Lima Camat Diisukan Bakal Dimutasi

ISU MUTASI: Isu mutasi mulai berhembus kencang di Kota Mataram, yang salah satunya akan menyasar para Camat di Kota Mataram. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Kabar pergantian pejabat eselon III dan IV di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mulai berhembus kencang. Khususnya kepada lima Camat yang masih aktif dikabarkan akan diganti semua. Sementara satu Camat di Kota Mataram, yakni Camat Cakranegara kini kosong, setelah ditinggal pejabatnya, Muhmamad Erwan yang pindah ke Provinsi NTB.

Ke lima Camat dimaksud, konon adalah Camat Sandubaya Saharudin, Camat Selaparang Muksan, Camat Sekarbela M Yusuf, Camat Ampenan Syamsul Irawan, Camat Mataram Zarkasy. Tak ayal kabar itu menbuat ketar-ketir semua kalangan pejabat eselon III dan IV di Pemkot Mataram.

Bahkan Tim Baperjakat juga sudah mulai melakukan kajian dan evaluasi, sesuai dengan permintaan dari Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, dan Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman.

BACA JUGA :  Mohan Cek Toilet Taman Sangkareang

Terkait itu, Kepala Badan Kepengawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menjelaskan, bahwa untuk semua persyaratan izin mutasi sampai pembentukan Pansel untuk eselon II, tengah dibahas Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Setelah itu, diserahkan ke kepala daerah selaku PPK kepengawaian. “Kita sudah lakukan pembahasan, termasuk pemetaan pejabat eselon III dan IV,” katanya kepada Radar Lombok, Minggu (4/4).

Semua persyaratan juga sudah mulai dikerjakan, baik untuk izin mutasi sampai dengan uji kompetensi kalangan pejabat eselon II. Hal ini sesuai dengan aturan yang ditetapkan Kemendagri, serta KASN, sehingga tidak melanggar aturan. Demikian semua surat telah ditangani Baperjakat, untuk dikirim ke Kemendagri.

BACA JUGA :  Mengenal Putri Ankie, Atlet Renang Kota Mataram di Porprov 2018

Untuk jabatan Camat, tentunya sudah ada evaluasi dari Baperjakat. Tinggal diserahkan ke kepala daerah untuk ditetapkan. Karena aturan untuk mutasi paling lambat bisa dilakukan pada bulan Agustus mendatang.

“Kalau kekosongan seperti ada pejabat yang pensiun, seperti pejabat esleon II, III, dan IV di Kota Mataram, memang terus bertambah. Apalagi tahun 2022 mendatang, beberapa pejabat akan memasuki usia pensiun,” singkatnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Herman mengatakan, kekosongan pejabat sampai perombakan birokasi memang menjadi tradisi setiap kepala daerah yang baru terpilih. Tentunya untuk memuluskan program, dengan menempatkan para pejabat yang sesuai dengan kajian dan evaluasi. “Kita harapkan pasangan Harum lebih bagus lagi menata birokasi di Kota Mataram,” harapnya. (dir)