Liliyana Minta Atlet Bulutangkis NTB Asah Mental dan Jam Terbang

Atlet Bulutangkis NTB
PELATIHAN: Pebulutangkis nasional, Liliyana Natsir, saat memberikan ilmu bulu tangkis kepada anak-anak NTB. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pebulutangkis yang mengibarkan bendera merah putih di Olimpiade 2016 lalu, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad meminta kepada atlet bulutangkis asal NTB mengasah mental dan jam terbang bertanding. Permintaan tersebut tidak lain saat PB Djarum melalui Djarum Badminton All Star dan Coaching Clinic yang digelar di  Mataram.

Ratusan anak serta puluhan pelatih dari Mataram serta di 10 kabupaten kota mendatangi GOR 17 Desember Turide, Mataram, sejak Jum’at (9/2) hingga Sabtu (10/2). Mereka tak menyia-nyiakan kesempatan berlatih bersama legenda bulutangkis nasional yang bernaung di bawah PB Djarum melalui Djarum Badminton All Star dan Coaching Clinic Mataram gelaran Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut.

Para bintang-bintang bulutangkis dan pemain legenda dari PB Djarum diantaranya Lius Pongoh, Meiliana Jauhari, Sigit Budiarto, Luluk Hadianto, Alvent Yulianto, Tri Kusharjanto dan banyak lagi yang lain. Turut hadir pada sesi ini para atlet bulutangkis PB Djarum penghuni pelatnas, yakni Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad.

Sesi pelatihan fisik bagi para atlet bulutangkis dilakukan oleh pelatih fisik PB Djarum Reny Ardhianingrum.

“Dari dua hari terakhir, saya melihat beberapa pemain-pemain muda yang memiliki potensi bermain bulutangkis untuk dikembangkan lebih lanjut. Sudah ada yang kelihatan, tinggal diasah saja terus,” jelas Liliyana Natsir atau yang akrab disapa Butet, Sabtu (10/2).

Senada juga dilontarkan tandem Butet, Tontowi Ahmad alias Owi, yang mencontohkan dirinya telah memantapkan diri menjadi atlet bulutangkis nasional sejak usia 10 tahun. “Yang paling mendasar adalah memberanikan mental dan tentunya dukungan dari orangtua yang saya yakini akan mendorong sang anak untuk bisa lebih maju dalam bulutangkis,” jelas Owi.

Di sisi lain, ia juga berharap jam terbang untuk talenta-talenta muda di daerah, seperti di NTB diperbanyak. Salah satu cara yang menurutnya sangat jitu, yakni dengan melakukan sparing yang lebih sering.

Usai coaching clinic, Sabtu (10/2), kegiatan dilanjutkan dengan laga eksebisi yang melibatkan para legenda dan atlet bulutangkis nasional asal PB Djarum, serta sejumlah atlet PBSI NTB. Sebanyak lima pertandingan digelar yang disambut antusias oleh para penonton yang menjejali GOR Turide. Salah satu laga menarik, yakni pasangan bapak-anak Tri Kusharjanto/Rehan Naufal Kusharjanto yang berhadapan dengan Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menyatakan, seluruh kegiatan yang dilakukan ini diharapkan semakin memicu potensi para pebulutangkis di Kota Mataram. Diharapkan, olahraga bulutangkis semakin berkembang dan para atletnya pun menunjukkan prestasinya, baik di kancah daerah, nasional, hingga mancanegara.

“Menjadi sebuah kebanggan bagi kita bila di masa depan nanti lahir pebulutangkis dunia yang berasal dari Mataram,” tutupnya. (cr-adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut