Libur Panjang Okupansi Hotel Meningkat 70 Persen

holiday resort lombok
Suasana keindahan Hotel Holiday Resort Lombok, berada di pesisir pantai dengan kolam renang yang luas.

MATARAM – Memasuki libur panjang (long weekend) akhir pekan, diprediksi akan terjadi peningkatan hunian kamar hotel (okupansi) diangka 50 hingga 70 persen. Peningkatan okupansi kamar hotel di masa libur panjang ini, khususnya pada hotel di sekitar destinasi wisata, seperti Senggigi, tiga Gili, Sekotong, Kuta Mandalika dan Sembalun. Sedangkan untuk di kota justru relatif lebih sedikit.

Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Samsul Bahri Sega menerangkan, libur panjang mulai Rabu 28 Oktober sampai 1 November mendatang akan menggerakan pariwisata, terutama tempat penginapan di sekitar destinasi wisata. Libur panjang kali ini cukup bagus mendorong tingkat hunian kamar hotel yang ada, seperti di Mandalika.

“Alhamdulillah, cukup bagus pick up long weekend ini terbantukan. Perkiraannya beberapa hotel saya tanya tingkat okupansinya diatas 50 persen,” sebut Samsul Bahri Sega, Selasa (27/10).

Dikatakannya, saat ini sudah ada beberapa wisatawan melakukan pemesanan kamar. Pemesanan pun sudah dilakukan dari jauh-jauh hari. Karena memang ketika libur panjang orang akan memilih berlibur kesejumlah destinasi wisata, terlebih tempat yang telah menerapkan protokol kesehatan.

“Sudah ada yang melalukan booking, besok sudah mulai check in juga mereka,” tuturnya.

Terjadinya peningkatan pada masa libur panjang akhir pekan ini karena tidak hanya didominasi oleh wisatawan lokal saja. Tetapi ada juga wisatawan dari luar daerah datang berlibur ke Lombok.

“Wisatawan lokal dan daerah ada juga yang datang,” terangnya.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini mengatakan, PHRI sudah memprediksi pada libur panjang ini terjadi peningkatan tamu yang menginap di hotel hingga 70 persen pada tingkat hunia kamar hotel, terutama di tujuan wisata, sedangkan di kota justru sepi.

“Kalau okupansi di hotel tujuan wisata itu sudah pasti tinggi. Tetapi kalau di rata-ratakan, baik di kota maupun hotel di destinasi akan meningkat 70 persen,” sebutnya.

Menurutnya, pada Rabu (27/10) mulai terjadi peningkatan. Karena mulai adanya cuti bersama dan beberapa diantaranya sudah melakukan pemesanan, bahkan sejak jauh-jauh hari. Sehingga peningkatan okupansi bisa lebih dari 70 persen nantinya.

“Ini kan masih ada kesempatann untuk melakukan pemesan, ya kira-kira bisa lebih meningkat dari itu,” ungkapnya.

Sementara itu, pemesanan kamar hotel masih didominasi oleh wisatawan lokal. Sedangkan untuk luar daerah belum ada, karena memang orang masih takut untuk pergi berlibur keluar daerah.

“Pemesanan-pemasanan itu banyak dari lokal, itu yang kami harapkan ada pergerakan dari hotel dan restoran. Mudah-mudahan dengan ini hotel dan restoran biar ramai lagi,” imbuhnya. (dev)

BACA JUGA :  Holiday Resort Lombok Hadirkan Tren Baru Meeting di Masa Pandemi