Libur Lebaran, Poliklinik RSUD Tripat Tutup Seminggu

Libur Lebaran, Poliklinik RSUD Tutup Seminggu
POLIKLINIK : Pengunjung keluar dari ruang pelayanan Poliklinik RSUD Tripat. Poliklinik ini akan ditutup seminggu pada libur lebaran nanti. (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Pada libur Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah/2017 RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) menutup pelayanan poliklinik selama sminggu. Penutupan direncanakan mulai 25 Juni hingga 30 Juni 2017. “Jadi untuk pelayanan poliklinik ditutup sementara waktu selama libur lebaran,” ungkap Direktur RSUD Tripat drg. Arbain Ishak saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/6).

Akan tetapi lanjut direktur yang baru beberapa minggu menjabat ini, bukan berarti dengan ditutupnya pelayanan poliklinik, lantas tidak ada pelayanan kesehatan di RSUD. Adapun untuk Unit Gawat Darurat (UGD) tetap buka untuk menangani pasien-pasien kegawatdaruratan yang datang. “Di UGD kita sudah sediakan dokter juga, bahkan nanti akan ada tambahan dari dokter yang bertugas di poliklinik,” jelas mantan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Lobar ini.

Selain pelayanan di UGD sendiri kata Arbain, tentunya pelayanan terhadap pasien rawat inap juga tetap berjalan. Tidak lantas pasien disuruh pulang. Oleh karenanya, baik itu perawat, bidan ataupun dokter yang piket tetap harus melaksanakan tugas. Kendatipun hari itu Lebaran Idul Fitri. “Tetapi kalau mau izin untuk Salat Idul Fitri, itu dipersilakan. Habis itu masuk lagi untuk piket,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kebhinekaan Harus Dijaga

Lebih lanjut dikatakan, pihakya memang agak kesulitan mengaturkan jadwal bagi perawat, bidan, dokter dan lainnya untuk piket saat hari lebaran. Dikarenakan minimnya tenaga medis non muslim di RSUD Tripat. Sehingga yang muslim, haruslah pula masuk saat hari lebaran. “Jadi mau tidak mau harus tetap masuk, itu kesulitan kita,” ujarnya.

Sejauh ini lanjutnya, dokter yang mengajukan cuti mudik pada libur lebaran nanti baru satu orang selama seminggu. Dengan cutinya salah seorang dokter umum tersebut, diyakini tidak akan mengganggu pelayanan. Karena sudah diantisipasi melalui serangkaian jadwal piket menyesuaikan dengan kemampuan sumber daya manusia yang ada. Begitu pula nanti jika sewaktu-waktu dibutuhkan dokter, maka dokter yang sedang tidak berada di RSUD, bisa sewaktu-waktu dihubungi. “Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Lombok Barat sebagai penanggung jawab di bidang kesehatan,” tandasnya. (zul)