Libur Lebaran, Hunian Kamar Hotel Capai 75 Persen

Libur Lebaran, Hunian Kamar Hotel Capai 75 Persen
WISMAN EROPA: Sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) Eropa saat menikmati suasana Air Terjun Benang Stokel, Batukliang Utara, Lombok Tengah. (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Musim liburan lebaran Idhul Fitri 1438 Hijriyah membawa berkah bagi hotel dan restaurant, serta lesehan maupun rumah makan yang ada di Pulau Lombok. Mengingat libur lebaran dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok.

Libur lebaran yang disertai libur panjang sekolah, juga memberi dampak terhadap tingkat hunian kamar hotel yang ada di Kota Mataram, kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, termasuk di Kabupaten Lombok Tengah. Dimana tingkat ‘occupancy’ (hunian) kamar hotel selama libur lebaran Idhul Fitri ini mencapai 75 persen.

“Selama liburan lebaran ini hunian kamar hotel cukup bagus, mencapai 75 persen occupancy hotel dalam kota saja,” kata Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Ernanda Agung, Minggu kemarin (2/7).

Ernanda mengatakan, tingginya hunian kamar hotel di masa libur lebaran ini cukup membantu hotel, disaat selama puasa Ramadhan hampir bisa dikatakan tamu yang menginap sangat kurang. Meskipun ketika puasa, para tamu didominasi yang melaksanakan paket buka bersama, yang sebagian besar berasal dari perusahaan swasta dan pemerintahaan BUMN.

“Cukup bagus hunian kamar hotel lebaran tahun ini. Walaupun selama puasa Ramadhan kita juga ikut puasa, karena tamu yang kurang menginap,” ujar Ernanda.

Menurutnya, sebagian besar tamu yang datang liburan dan menginap di hotel selama lebaran ini didominasi oleh tamu Malaysia untuk tamu asing. Sementara untuk domestic masih di dominasi wisatawan dari Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sementara itu, Ketua DPD Asita NTB, Dewantoro Umbu Djoka mengatakan, travel agen yang ada di Provinsi NTB pada masa liburan lebaran ini kebanjiran melayani tamu, domestik atau wisatawan nusantara yang hendak liburan menikmati destinasi wisata di Pulau Lombok.

Wantok, sapaan akrabnya menyebut, tamu dari Malaysia masih mendominasi jumlah kunjungan wisatawan yang berlibur ke Lombok selama lebaran Idhul Fitri 1438 H ini. Selain itu ada juga tamu dari negara Eropa dan Asia Tenggara lainnya, yakni Belanda, Jerman, Kanada, Amerika Serikat dan juga Jepang, Cina dan Singapura. “Libur lebaran Idul Fitri ini hampir seluruh hotel full, menerima tamu,” kata Wantok.

Ditambahkan, obyek wisata yang masih menjadi favorit bagi wisatawan mancanegara dan domestik untuk dikunjungi adalah Gili Trawangan, Kawasan Wisata Senggigi dan juga Kawasan Pantai Kuta, Lombok Tengah, yang kini masuk dalam kawasan pengembangan Mandalika Resort.

Menariknya lagi kata Wantok, jumlah wisatawan cukup banyak yang berkunjung ke Pantai Pink, Kabupaten Lombok Timur. Wisatawan domestik yang berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, banyak memilih untuk berkunjung menikmati keindahana Pantai Pink. “Kunjungan ke pantai Pink cukup banyak dari wisatawan domestik dan ada juga mancanegara,” ucap Wantok.

Sementara itu, di obyek wisata Air Terjun Benang Stokel, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, ribuan wisatawan lokal dan mancanegara nampak memadati destinasi wisata alam tersebut. Keindahan alam Air Terjun Benang Stokel yang berada di kawasan hutan konservasi tersebut ternyata cukup diminati para wisatawan. Bahkan ratusan wisatawan dari Eropa dan Asia seperti Jepang dan Cina nampak turun langsung mandi di air terjun.

Sementara salah seorang wisatawan lokal asal Bolo, Bima, Abdurrahman menyebut, bahwa obyek wisata Air Terjun Benang Stokel cukup bagus dan indah. Hanya saja menurut dia, penataan lokasi jatuhnya air terjun seperti kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. “Sayang sekali di kolam tempat air terjun jatuh tidak tertata dengan baik, bahkan terlihat kotor dan tak terawat,” ungkapnya.

Hal senada juga diakui wisatawan lokal dari Mataram, Aziza, yang mengatakan karena kondisi kolam tempat air terjun tidak terawat membuat pengunjung enggan untuk berlama-lama menikmati suasana air terjun tersebut. Padahal jika ditata kolamnya dengan bagus dan baik, pasti akan terlihat bersih. Sehingga pengunjung akan bisa menikmati suasana mandi di air terjun tersebut.

“Orang ramai datang ke sini, tapi gak lama. Mereka hanya melihat sebentar dan langsung pulang, karena tidak ada tempat mandi atau fasilitasi lainnya untuk membuat mereka lebih lama,” paparnya. (luk)

BACA JUGA :  Awas, Hotel Lain Bisa Seperti Santosa