LFC Keok di Hadapan PS Bima Sakti

KEOK : Inilah penampilan Klub LFC yang berhasil dibuat keok di hadapan Klub PS Bima Sakti, Ahad (28/11). (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gelaran Game ke tiga Laga Liga 3 NTB Zona Pulau Lombok kembali membuat kejutan. Pasalnya, Lombok FC (LFC) yang selama ini gembar gembor di media sosial ternyata dibikin keok oleh tim kesebelasan Tim PS Bima Sakti yang sepi dari keramaian media sosial. PS Bima Sakti berhasil membungkam LFC 2-1 di laga kedua Liga 3 NTB, Ahad (28/11).

Laga kedua tim dilaksanakan di GOR Turide, Mataram tersebut digelar tanpa penonton. Pemain LFC dibuat tak berdaya di hadapan Tim PS Bima Sakti. Sedangkan enam Tim lainnya terpaksa ditunda untuk menghindari kerumunan.

Pada game ketiga Liga 3 NTB Zona Pulau Lombok ini semestinya ada 8 Tim yang harus menyelesaikan laganya. Namun karena dikhawatirkan terjadinya klaster baru covid-19, akibatnya hanya dua Tim yang dipertandingkan, yakni Lombok FC vs PS Bima Sakti. Sementara enam Tim lainnya, seperti Perslotim vs Perslobar, PS Hamzanwadi vs PS Daygun, dan PS Mataram vs Bintang Kejora harus ditunda.

Memasuki kick off pertama, tepatnya pada pukul 14.00 Wita, Tim LFC kontra PS Bima Sakti melangsungkan laganya di GOR 17 Desember, Ahad (28/11). Sejak menit awal babak pertama, kedua tim tampak ngotot-ngototan saling menjebol pertahanan. Namun tampaknya kedua tim sama-sama kuat, akibatnya serangan selalu mental.

Menjelang menit kesembilan, rupanya tim LFC mendapat kesempatan emas. Pasalnya,  gawang PS Bima Sakti berhasil dijebol lewat tendangan keras Muhamad Bagas Al-Mafazi. Tidak berselang lama, rupanya PS Bima Sakti tidak mau ketinggalan skor. Terbukti salah satu pemain Bima Sakti berhasil memanfaatkan keadaan. Akhirnya gol balasan dari Bima Sakti lewat Junailfin berhasil tercipta, sehingga kedudukan sementara menjadi imbang 1-1.

Setelah laga kedua Tim sempat tertunda, karena alasan dilarang adanya kerumunan akibatnya membludaknya penonton. Akhirnya laga babak pertama kembali dilanjutkan. Namun hingga laga turun minum, kedua tim tidak bisa menciptakan gol lagi. Lantaran pertahanan kedua tim sama-sama kuat.

BACA JUGA :  Perslobar Bertemu Bima Sakti di Final Liga 3 NTB

Memasuki Babak Kedua, tim LFC dan PS Bima Sakti kembali menunjukkan kekuatannya masing-masing. Menit awal hingga pertengahan babak kedua berlangsung, kedua tim belum kunjung menambah skor. Bahkan tim LFC yang dianggap perkasa itu tidak kunjung menciptakan gol keduanya. Meskipun para pemain inti LFC banyak dari luar daerah. Mulai dari pemain Papua, Aceh, dan beberapa daerah lainnya.

Tidak hanya itu, LFC rupanya tidak begitu bertaji dihadapan PS Bima Sakti. Karena di menit-menit akhir, tampak LFC mulai kewalahan dengan serangan tim Bima Sakti. Benar saja, sisa waktu yang begitu mepet, tim PS Bima Sakti berhasil menjebol gawang LFC untuk kedua kalinya.

Gol berkelas sekaligus gol penutup itu berhasil membuat tim LFC tercengang, Karena di menit terakhir sosok M Hermadin pemain PS Bima Sakti sukses menggandakan kedudukan. Akibatnya skor 2-1 hingga pluit panjang babak kedua berbunyi tetap menjadi milik Bima Sakti.

Dengan demikian, catatan skor sementara untuk Bima Sakti masih melewati poinnya LFC. Dimana Bima Sakti berhasil menciptakan dua kali kemenangan. Sementara LFC satu kali menang, dan satu kali kalah.

“Alhamdulillah target menang yang kita targetkan menjadi kenyataan. Tapi tetap kita akan evaluasi tim, untuk amunisi pemain selanjutnya,” ujar Manajer PS Bima Sakti Abdul Muis.

Adapun untuk tim yang gagal bertanding, sebagian manajernya ada yang kecewa. Salah satunya seperti Manajer Perslotim Iwan Setiawan mengaku kecewa, karena Panitia termasuk Asprov PSSI NTB dinilai tidak profesional dalam hal menggelar kompetisi. Buktinya, kesepakatan awal yang sudah dibuat tidak bisa dijalankan dengan benar. Salah satunya, pembatasan penonton dan suporter.

BACA JUGA :  Djarum Badminton All Stars, Pebulutangkis NTB Berpotensi Lahirkan Juara

Pasalnya, pada kesepakatan awal panitia menyepakati maksimal yang boleh dibawa oleh masing masing tim sebanyak 20 orang. Namun kesepakatan itu tidak dijalankan, sehingga wajar jika pihak keamanan turun menegur kompetisi Liga 3 NTB.

“Kami kecewa, karena tidak menjalankan kesepakatan awal. Sama artinya tidak profesional ini,” sesalnya.

Sementara Ketua Asprov PSSI NTB H Mori Hanafi menegaskan, sejak awal sudah diumumkan bahwa penonton tetap dibatasi. Namun antusiasme penonton yang haus hiburan rupanya tidak bisa dibendung. Akibatnya penonton pada gelaran game pertama liga 3 NTB, jumlah penonton tembus sekitar 400 orang.

Mori yang juga Wakil Ketua DPRD NTB itu, sangat memahami terkait perhatian dan antusias masyarakat sangat besar pada pagelaran Liga 3 kali ini. Apalagi, setelah selama hampir dua tahun liga tersebut tidak bisa bergulir. Sehingga, animonya tidak bisa dibendung.

“Tapi kita juga harus memahami memang. Kami bersama pihak kepolisian NTB, tentu harus menjalankan kesepakatan menjalankan prokes. Kebijakan tanpa penonton ini untuk melindungi keselamatan warga negara tapi tetap kompetisi akan dijalankan,” tegas dia.

Ia mengaku, sebagian wilayah Pulau Lombok, saat ini masuk PPKM Level 1, yang mana banyak kelonggaran termasuk kehadiran penonton ke stadion. Namun panitia mematuhi aturan dari PSSI Pusat dan Kapolri yang melarang ada penonton untuk Liga 3 dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

“Panitia mematuhi aturan yang sudah ditetapkan, jadi tidak ada penonton di stadion. Kami apresiasi itu karena masih dalam masa pandemi dan untuk kehati-hatian agar tidak terjadi penularan Covid-19,” tutupnya. (rie)