Lestarikan Budaya, Camat Jerowaru Gelar Festival Gangsing

FESTIVAL GANGSING: Para peserta Festival Gangsing foto bersama dengan Camat Jerowaru, Kapolsek, Kepala Cabang Dikbud, dan Kepala Desa Sukadamai, Minggu (22/1) (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Bagi yang memiliki waktu luang, atau sedang berlibur ke Kabupaten Lombok Timur  (Lotim), maka tak ada salahnya menyempatkan diri mampir menyaksikan pertandingan Gangsing yang diadakan oleh Komunitas Gangsing se Pulau Lombok. Kegiatan sendiri dipusatkan di pingggir Waduk Rungkang, Dusun Senanti, Desa Sukadamai, Kecamatan jerowaru.

Camat Jerowaru, Lalu Ahmad Zulkipli mengatakan, lomba ini rencananya dilaksanakan mulai 21 Januari 2017, dan akan berakhir pada tanggal 5 Maret 2017, yang dihelat pada pukul 16.00 – 18.00 Wita setiap harinya.

Jumlah peserta yang ikut meramaikan Festival ini ada sebanyak 20 kelompok peserta, yang masing-masing kelompok beranggotakan 16 orang. “Pada tahun 2016 lalu, Kecamatan Jerowaru berhasil mendapatkan juara II untuk main gangsing yang dilaksanakan di Praya (Loteng). Sehingga kita saat ini diberikan kesempatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan permainan tradisional yang banyak menarik minat wisatawan ini,” jelas Camat.

Dalam pertandingan, gangsing yang  dipergunakan merupakan gangsing tradisional yang terbuat dari kayu, namun sudah lilit dengan besi. Kemudian seutas tali untuk memutar dan melemparkan gangsing, atau disebut juga Pengorong (pemutar gangsing).

Berikutnya salah satu dari kelompok lawan akan memukul dengan gangsing untuk menghentikan putaran. “Selain melestarikan, kita juga ingin memperkenalkan permainan gangsing ini lebih luas lagi,” terangnya.

Terpenting, melalui lomba gangsing ini pihaknya hendak memperkenalkan potensi wisata di wilayah selatan Lotim kepada para wisatawan. Dimana Waduk Rungkang merupakan salah satu waduk yang akan dikembangkan menjadi salah satu pusat wisata kuliner oleh masyarakat selatan.

“Karena luas  waduk ini cukup besar, dan sangat berpotensi untuk dikembangkan, maka kita memilih menggelar festival ini di pinggir Waduk Rungkang, sekaligus untuk mengenalkan wilayah selatan,” terangnya.

[postingan number=3 tag=”festival”]

Tidak  hanya wisata kuliner yang akan dikembangkan di desa ini, banyak potensi lainnya yang bisa menarik wisatawan ke Desa Sukadamai, diantaranya kerajinan membuat patung sinanti, yang hingga kini masih diburu wisatawan. Selain itu ada juga kerajinan anyaman ketak yang masih perlu dikembangkan.

“Bukan hanya patung sinanti saja yang ada disini, anyaman sesek dan masih banyak ayaman lain yang perlu dikembangkan. Sehingga pada awal tahun ini kita gelar Festival Gangsing disini,” terangnya.

Adanya potensi wisata ini, maka jalan yang ada di wilayah Desa Sukadamai juga akan mendapat prioritas dari kecamatan. Pasalnya, jalan yang panjangnya sekitar 3 kilometer ini kondisinya sudah sangat parah. Sehingga tahun ini pembangunan infrastruktur jalan akan menjadi prioritas kecamatan.

“Untuk jalan ini akan kita prioritaskan untuk diperbaiki, dan ini sudah kita usulkan ke Pemda. Insha Allah tahun ini akan diperbaiki. Pokoknya kita dapat 10 kilometer pada tahun ini,” bebernya.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jerowaru, Lalu Mustofa Bakri, menyatakan sangat antusias dengan adanya Festival Gangsing ini. Pasalnya, permainan gangsing yang sudah mulai memudar dari tahun ke tahun, kini sudah mulai ramai dimainkan kembali oleh masyarakat. “Apapun jenisnya budaya Sasak (Lombok), itu harus tetap di lestarikan,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap kedepan budaya-budaya Sasak yang sudah dilupakan masyarakat bisa digali kembali. ”Apapun bentuknya, yang namanya budaya Sasak itu harus kita bangkitkan dan kembangkan, demi kelestarian budaya Sasaq tercinta,” tegasnya.

Sedangkan Kades Sekadamai, Badrin Angger, mengatakan terpilihnya Sukadamai menjadi tempat diselenggarakannya Festival Gangsing merupakan hal yang baru pertama kali. Sehinggamelalui kegiatan ini desa yang memiliki banyak potensi wisata ini kedepan diharapkan bisa menjadi salah satu daerah tujuan wisatawan.

[postingan number=3 tag=”pantai”]

“Jadi saya benar-benar bangga dengan terpilihnya Sukadamai menjadi lokasi kegiatan festival ini, dan semoga permainan gangsing ini tetap dilaksanakan secara kontinyu di desa kami,” harapnya. (cr-wan/adv)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut