Lembaga Pendidikan Apple Tree Pre-School Buka di Lombok

Mengadopsi Kurikulum Singapura

Apple Tree Pre-School
Baiq Tanisya Ellya Maharani (FAISAL HARIS/Radar Lombok)

MATARAM -Tidak terasa sudah hampir satu tahun buka cabang di NTB, Apple Tree Pre-School Lombok yang merupakan satu-satunya lembaga pendidikan mengadopsi kurikulum Singapura. Pasalnya, lembaga pendidikan anak usia dini ini menekankan pembelajaran dengan menggunakan bahasa Inggris dan Mandarin.

“Kita ini sekolah prince’s yang pusatnya di Jakarta sudah berjalan 19 tahun. Tapi kalau di Lombok baru buka pada Juli 2018, jadi baru hampir satu tahun kita sudah buka di Lombok,” kata Staff Administration Executive Baiq Tanisya Ellya Maharani, saat ditemui di kantor Apple Tree Pre-School Lombok yang berlokasi di Kompleks Granada No. 18-20 Jl. Bung Karno, Cakranegara, Kota Mataram, Kamis (16/05).

BACA JUGA: Langgar Disiplin, Siswa SMAN 1 Sembalun Tak Lulus

Tanisya menyampaikan untuk rentan usia yang bisa masuk di Apple Tree Pre-School Lombok mulai dari usia 1,5 tahun sampai 6 tahun.  Biasanya Apple Tree, habis lulus bisa langsung masuk Sekolah Dasar (SD), karena sistemnya sekolahnya menggunakan, kurikulum Singapura, jadi bahasanya tentu beda dengan sekolah lain, karena bahasa full inggris dan bahasa mandarin.

Program pengembangan anak usia dini Apple Tree Pre-School didasarkan pada Kurikulum Singapura untuk mendidik dan memberdayakan siswa menjadi individu yang mandiri, penuh kasih, dan peduli yang memahami pentingnya keragaman dan saling menghormati.

“Karena mungkin setahu saya khusus di Lombok belum ada yang menggunakan bahasa Mandarin, kalau Apple Tree emang kita fokuskan untuk bahasa inggris dan mandarin,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk TK A dan TK B tetap ada pelajaran bahasa Indonesia, karena siapa tahu ada peserta didik yang nanti mau pindah ke SD Negeri, sebab beda cara baca, tulis bahasa Indonesia dengan bahasa inggris. Meski sekolah bertaraf Internasional, namun tidak terlepas dari bahasa Indonesia. Untuk model pembelajaran yang dikembangkan di  Apple Tree katanya, lebih ditenkankan untuk bermain sambil belajar, mengingat usia peserta didik masih sangat kecil.

BACA JUGA: Tiga Siswa MAN 2 Mataram Lolos ke Australia

“Ya lebih menggunakan main-mainan dan sekali waktu mengajak juga anak-anak belajar di luar ruang kelas sambil bermain,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, anak-anak juga membuat jadwal setiap hari, guna untuk mengetahui setiap waktu anak harus melakukan apa. Kalau sudah dibuat  jadwal setiap hari oleh anak-anak, maka memudahkan mereka untuk melakukan apa saja sesuai dengan jadwal yang ada. Misalnya, jam berapa dia harus belajar , jam berapa harus makan dan di rumah harus ngapain, itu dibuat setiap hari.

Selanjutnya, untuk menunjang proses pembelajaran yang menyenangkan sambil bermain, pihaknya memenuhi fasilitas pendukung untuk peserta didik. Mulai dari ruang kelas yang full AC, kolam renang, media pembelajaran lengkap, buku bacaan atau alat peraga untuk belajar dan guru yang mengajar sudah terlatih terlebih dahulu ke Jakarta.

“Kami tidak menduga kalau antusias masyarakat di Lombok dengan Apple Tree luar biasa. Bayangkan baru pertama saja jumlah anak-anak yang belajar mencapai 60 -an orang,” bebernya.

BACA JUGA: Rayakan Kelulusan, Siswa SMAN 1 Pringgabaya Aksi Corat-Coret Seragam dan Bagi Takjil Gratis

Oleh sebab itu, sambung dia, untuk  tahun ini akan membuka Sekolah Dasar (SD) sebagai pengembangan  untuk rentan usia mulai dari 6 sampai 12 tahun. Untuk SD juga sudah  mulai buka pendaftaran disamping juga untuk TK, maka bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut bisa langsung datang.

Apple Tree Pre-School sudah mendirikan cabang sekolah di seluruh Indonesia seperti kebanyak di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bekasi, Tangerang, Samarinda, Lampung, Kupang, Manado, Bali, dan beberapa daerah lainnya.

“Untuk di Lombok sendiri mejadi cabang ke- 23 berdekatan dengan cabang di Bali untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak anda,” katanya. (sal)