LEM Disarankan Respons Keluhan Warga

SOROTAN : Beberapa kali konser di LEM menjadi sorotan selama ini karena warga terganggu. (SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Somasi yang dilayangkan warga sekitar kawasan Lombok Epicentrum Mall (LEM) mendapatkan reaksi dari DPRD Kota Mataram. Para wakil rakyat ini meminta agar manajemen LEM tak bungkam terhadap keluhan rakyat yang terganggu dengan aktivitasnya selama ini. Terutama pagelaran konser musik yang kerap diselenggarakan manajemen LEM di halaman parkiran sebelah timur LEM.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Abd Rachman mengaku telah menerima beberapa laporan masyarakat yang mengeluhkan sering adanya kebisingan di LEM. Mengingat, kebisingan ini tidak melalui izin pemanfaatan LEM sebenarnya, terutama di parkira sebelah timur. ‘’Kalau di dalam kawasan gedung tidak masalah, ada peredam suara. Ini di halaman parkir, tetunya suara sangat menggangu warga sekitar,’’ sesal Abd Rachman saat ditanya Radar Lombok, Selasa (10/12).

Ranchman mengakui, mall sebagai pusat perbelanjaan modern telah menjadi magnet warga di kota-kota besar. Selain itu, konser musik sudah biasa dilakukan untuk menarik perhatian publik datang berkunjung. Namun, semua itu punya mekanisme yang harus dilewati terlebih dahulu dengan segala pertimbangannya sesuai aturan yang berlaku. Namun, yang dilakukan manajemen LEM selama ini justru menyimpang dari aturan, sehingga harus segera disikapi serius oleh Pemkot Mataram. ‘’Selain dari segi PAD, yang dipertimbangkan tetunya kenyamaan warga sekitar,’’ ujar politisi Partai Gerindra ini.

Baca Juga :  Dishub Siap Tertibkan ‘’Pak Ogah’’

Sebelumnya, dua warga lingkar kawasan LEM melayangkan somasi karena merasa terganggu dengan konser musik yang digelar di parkiran sebelah timur. Yakni, Abdul Malik dari Punia dan dr Edi Prasetyo Wibowo. Selain dua warga ini, beberapa warga sekitar kawasan LEM juga mulai terusik dengan kerapnya digelar konser musik terbuka.

Yang lebih disesalkan warga, Pemkot Mataram terkesan memberikan keleluasaan terhadap LEM selama ini. Padahal, LEM dalam catatan warga telah kerap membuat kesalahan yang mengganggu kenyamanan publik. Salah satunya acara Car Wash Dance yang berbau aksi pornografi pada awal-awal tahun LEM berdiri. Kemudian tahun 2021 silam, LEM juga sempat menyelenggarakan tempat adu ayam yang kemudian berhasil disetop.

Nah, awal tahun ini LEM kembali menggelar konser musik terbuka setelah didahulu beberapa konser musik terbuka sebelumnya. Warga sudah lama mengeluhkan persoalan ketidaknyamanan ini, tapi tak pernah diindahkan. ‘’Meski memiliki dampak positif bagi Kota Mataram, seperti mendapatkan pajak hiburan dari setiap kegiatan. Namun, tetunya harus diperhitungkan terhadap kondisi dari masyarakat yang tinggal di dekat LEM. Karena selama ini, izin gangguan ada di tetangga. Tetunya, ini sudah keluar dari izin yang dikeluarkan Pemkot Mataram selama ini dan bisa diberikan tindakan,’’ ujar Rachman.

Baca Juga :  Mataram Siap Andalkan Kepsek Muda

Ditambahkan Rachman, meski tidak melanggar undang-undang namun warga bisa melapor ketidaknyamanan. Karenanya, pihak LEM harus melakukan antisipasi dengan menggelar event yang tidak mengganggu tetangga. Pemkot Mataram juga  harus segera menyikapi masalah ini agar tidak berkepanjangan dan tidak terulang lagi. ‘’Kami berharap LEM jangan hanya memikirkan pendapatan saja, tapi memikirkan tetangga sebelah juga. Ada rasa hormat-menghormati sesama makhluk sosial. Alangkah baiknya LEM untuk melakukan komunikasi dengan warga sekitar,’’ saran Rachman.

Ketua Fraksi Amanah Bangsa DPRD Kota Mataram, Ahmad Azhari Gufron menimpali, keluhan warga selama ini patut direspons dengan cepat, karena beberapa evene selama ini sudah berlangsung di LEM. Kawasan bisnis ini patut ditinjau kembali karena sistem terbuka ini tetunya menjadi keluhan. ‘’Warga sekitar apalagi waktu konser yang masih belum tentu. Kadang saat azan Maghrib ini bisa menggangu warga untuk ibadah,’’ tambahnya.

Manajemen LEM yang dikonfirmasi wartawan belum bisa memberikan keterangan terkait keluhan dan somasi yang dilayangkan warga ini. General Manager LEM, Salim Abdad masih oggah buka suara meski beberapa dihubungi via sambungan telepon. (dir)

Komentar Anda