Lebih Dekat dengan Kiprah Bermusik Forum Gesek Mataram

Saat berlangsung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional beberapa waktu lalu, ada banyak kelompok musik yang menghibur para pengunjung, salah satunya adalah Lombok Live Orchestra. Kelompok musik ini lahir dari Forum Gesek Mataram.

 

 


ZULFAHMI-MATARAM


 

 

Di Indonesia orkestra tidak asing lagi. Ada banyak orchestra populer saat ini diantaranya yang dipimpin oleh musisi Purwacaraka dan Erwin Gutawa.

Di Mataram orkestra juga tengah tumbuh. Melalui sebuah lembaga bernama Forum Gesek Mataram (FGM) tahun 2013 lalu, para musisi berkumpul membentuk kelompok musik besar. Forum Gesek Mataram  diketuai oleh Budi Hast.

Saat ditemui kemarin, Budi menceritakan kiprah FGM sejak resmi berdiri tahun 2013 lalu.” Forum Gesek Mataram sudah tampil sejak tahun 2013 dan sudah ada beberapa karya yang kami hasilkan,” ungkapnya. Kebetulan ia menyampaikan ini saat konferensi pers terkait rencana pertunjukan musik pada tanggal 23 Agustus di salah satu hotel berbintang di Mataram.

Awalnya FGM jarang tampil di Mataram, melainkan banyak tampil di luar daerah lewat undangan berbagai kegiatan seni. Kini pertunjukan di Mataram semakin sering.”Kami sering main di acara-acara TVRI dan hari-hari pahlawan,” paparnya.

Selain itu ada juga kegiatan rutin. Penampilan terakhir FGM adalah saat berlangsung MTQ Nasional lalu. Panitia MTQ waktu itu berani memaksimalkan potensi musisi daerah sendiri.” Saat MTQ itulah penampilan terbesar di Mataram,” tuturnya.

Sebagai musisi, ia mengaku bangga dengan perkembangan musik di daerah ini, termasuk juga bangga dengan semakin tingginya apresiasi masyarakat terhadap karya musik.”

Tidak hanya itu, Orkestra di Mataram ini adalah satu-satunya di kawasan Indonesia Timur. Di daerah lain di Indonesia timur belum pernah ada,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, personil juga mengaransemen lagu-lagu daerah seperti lagu-lagu rakyar Lombok, Sumbawa maupun Bima. Diantaranya lagu kadal nongaq qek kesambiq, dambe-dambe dan lain-lain.

Anggota dalam grup musik ini tidak hanya orang dewasa, tetapi juga ada dari kalangan anak-anak. Mereka masih duduk di bangku SD, SMP maupun SMA.

Saar acara persembahan musik klasik mendatang, FGM akan tampil bersam maestro musik klasik dunia dan akan menampilkan sekitar 42 anak.”Anak-Anak kami nanti tampil mengiringi,” paparnya.

Budi menambahkan, penampilan dalam pertunjukan music klasik nanti bukan untuk mencari keuntungan, melainkan lebih dari itu yakni ingin sharing dan mengajak masyarakat supaya minat musik gesek tetap hidup.

“ Penampilan kami  lebih kepada sharing ilmu tidak mencari keuntungan,” tutupnya.(*)