Lebih Dekat dengan Kreasi Bale Panggung Perajin Loteng

Bahan Berkualitas, Dikirim ke Luar Daerah

BALE-PANGGUNG
KREATIVITAS : Salah satu kreasi bale panggung yang dibuat perajin di Desa Bujak Kecamatan Batukliang Lombok Tengah. (Devi Handayani/Radar Lombok)

Seiring dengan berkembangnya pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat, para perajin berupaya menghadirkan kreativitas baru untuk terus berkarya. Salah satunya bale panggung yang merupakan modifikasi dari berugak dengan bentuk rumah panggung berukuran kecil.


DEVI HANDAYANI-LOTENG


“Idenya muncul karena perkembangan pariwisata di Lombok yag sedang pesat sebelum adanya gempa jadinya harus berkreasi, tetapi sekarang lagi sepi,” demkian awal perbincangan koran ini dengan perajin bale panggung di Desa Bujak Batukliang, Lombok Tengah, Senin (25/2) lalu.

BACA JUGA: Dari Kegiatan Wonderful Startup Academy Bacth II 2019

Bukan hanya di Bujak saja bale panggung ini dibuat, tetapi juga di beberapa tempat lainnya di Lombok. Kreasi bale panggung ini sendiri sangat diminati oleh kalangan pariwisata, karena bentuknya yang unik serta kesannya natural, sehingga banyak yang memesannya. Selain itu bale panggung ini banyak diperuntukkan untuk vila atau penginapan. Tidak hanya itu saja, tetapi untuk dekorasi percantik rumah pribadi pun juga bisa. “Ada juga yang dipakai untuk pribadi, tetapi lebih banyak dipakai di penginapan sebagai mempercantik halamannya,” ucapnya.

Pembuatan bale panggung berbeda dengan berugak, karena kerumitan desain serta lama prosesnya sehingga untuk membuatnya diperlukan kreasi serta keuletan pembuatnya, agar dapat tahan lama dan kuat. Mulai dari pemilihan bahan baku seperti bambu yang digunakan sama seperti berugak yaitu bambu petung karena ukurannya besar. “Bambu petung terbaik berasal dari Sesaot dibandingkan daerah lainnya, jadi kita pakai yang itu. Bambunya sudah banyak dikenal kualitasnya,” ungkapnya.

Ihin membuat bale panggung jika ada pesanan yang diterimanya. Dimana konsumennya dapat mencoba terlebih dahulu untuk mengetahui kekuatannya. Bahkan bale panggung tersebut tahan gempa dan mampu bertahan selama 7 tahun jika diberikan obat anti rayap. Selain itu, ada 3 ukuran bale panggung yang biasa dibuat, yaitu ukuran 3×4 meter, 4,5×3 meter, dan 4×4 meter. Tak hanya itu, karya Ihin bukan hanya diminati di wilayah Lombok saja tetapi hingga ke Bali dan luar daerah lainnya.“Yang biasa dipesan itu ukuran 4,5×3 meter, kalau di Lombok sukanya yang ukuran 3×4 meter, dan di Bali ukuran 4×4 meter,” sebutnya.

BACA JUGA: Perjuangan Turmuzi Menjadi Sarjana Terbaik dari Hasil Jualan Cilok

Untuk mendukung dekorasi penginapan, bale panggung dibuatnya dilengkapi dengan kamar mandi berada di bagian bawah. Kemudian dihubungkan dengan tangga yang berada di bagian dalam. Selain itu di bagian bawahnya juga dilengkapi dengan berugak sebagai tempat tamu untuk bersantai ria.

Harga jual dibanderol berkisar mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.“Harganya mahal karena modal yang kita keluarkan juga besar,” ujarnya. (*)