Lebih Dekat Al–Hamuddin, Qori Tuna Netra Tingkat Nasional

Keterbatasan Fisik bukanlah Penghalang

Qori Tuna Netra Tingkat Nasional
BERPRESTASI : Al - Hamuddin, qori tuna netra tingkat nasional kebanggaan NTB. (Ahmad Yani/Radar Lombok)

Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalangnya untuk berprestasi dan membanggakan banyak orang. Al-Hamuddin (23 tahun) membuktikan itu. Ia adalah qori tuna netra kelas nasional.


Ahmad Yani-Mataram


Menjadi qori (pembaca Alquran) adalah cita-cita Al-Hamuddin sejak kecil. Dengan tekad dan kesungguhan, ia berhasil mewujudkan cita-citanya tersebut.

Meski dengan keterbatasan fisik yakni tidak bisa melihat, Al – Hamuddin bisa mewujudkan impiannya menjadi qori nasional. Ia tuna netra sejak lahir.

BACA JUGA: Mengintip Latihan Polwan Penembak Taktis Sat Brimob Polda NTB

Demikianlah hidup. Hidup adalah milik orang yang bersungguh-sungguh. Saat Musabaqah Tilawatul Quran (MTQ) yang dilaksanakan di Medan Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Al – Hamuddin menjadi salah satu peserta mewakili NTB. Ia turun untuk kategori qori tuna netra. Ia berhasil menyabet juara dua.”Alhamdulillah saya keluar sebagai juara dua tingkat nasional,” ungkapnya kepada Radar Lombok kemarin.

Keberhasilannya tidak didapat dengan mudah. Ia memulai ikut proses seleksi mulai tingkat kabupaten Lombok Tengah dan berlanjut ke tingkat Provinsi NTB. Saat berlangsung MTQ tingkat Provinsi NTB, Al – Hamuddin berhasil tampil memukau dan menjadi juara 1. Ia pun berhak mewakili NTB di tingkat nasional. Di sini Al- Hamuddin mampu memberikan yang terbaik bagi NTB.”Dan saya bertekad untuk bisa terus berprestasi di tingkat nasional,” imbuhnya.

Waktu kecil ia bercita-cita menjadi qori andalan. Untuk mewujudkan impiannya sejak usia 7 tahun ia mulai belajar Alquran. Ia tidak peduli dengan kondisi fisiknya.