Lebaran Topat, Tempat Wisata di Lobar dan Mataram Sepi Pengunjung

Lebaran Topat
Suasana lengang sepi pengunjung Makam Batu Layar di Lebaran Topat, Minggu (31/5).
Advertisement

MATARAM – Seminggu selesai hari raya Idul Fitri, biasanya masyarakat beramai-ramai  ke tempat wisata guna merayakan lebaran Topat. Namun tidak untuk tahun ini. Sebab sejumlah lokasi wisata di Kota Mataram di wilayah Lombok Barat yang kerap menjadi lokasi kunjungan masyarakat dari berbagai daerah ditutup.

Penutupan lokasi wisata dan makam sebagai tempat wisata religi masyarakat menutup puasa Ramadhan dan puasa Syawal selama enam hari, itu dilakukan seiring dengan merebaknya virus Corona di tengah-tengah masyarakat saat ini.

“Hari ini semua lokasi wisata ditutup. Jadi kami harap masyarakat diam di rumah saja merayakan lebaran Topat,” kata Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik, Minggu (31/5).

Beberapa lokasi wisata yang ditutup di Kota Mataram tersebut, diantaranya pantai Gading, pantai Mapak, pantai Tanjung Karang, pantai Ampenan, pantai Segare, makam Loang Baloq, dan makam Bintaro.

Kondisi yang sama juga dialami di seluruh tempat wisata di Lombok Barat yang biasanya ramai di kunjungi masyrakat merayakan untuk lebaran Topat. sejumlah destinasi wisata favorit masyarakat merayakan lebaran Topat, Minggu (31/5) nampak lengang dan sepi. Seperti di kawasan Batulayar, Senggigi, makam Batulayar yang biasanya padat di kunjungi peziarah, namun gara gara wabah Corona, justru sepi.

Begitu juga dengan suasana di Pantai Duduk, kawasan Senggigi, Lombok Barat juga nampak lengang, tidak aktivitas pengunjung. Karena sehari sebelum perayaan lebaran Topat, pemerintah Lombok Barat sudah mengimbau warga untuk tidak mengunjungi tempat wisata, karena sudah ditutup untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona.

Selain itu, sejumlah petugas gabungan dari personil kepolisian, TNI bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan Lombok Barat juga nampak berjaga di simpang tiga Meninting, untuk memastikan tempat wisata tidak dikunjungi oleh masyarakat. (der/ami)