Lebaran, Pendaki Rinjani Tembus 6 Ribu Orang

Lebaran, Pendaki Rinjani Tembus 6 Ribu Orang
JALAN MACET: Sepanjang libur lebaran, ruas jalan menuju kawasan obyek wisata Sembalun macet oleh kendaraan para pengujung, baik yang datang untuk melihat obyek wisata Desa Adat Sembalun, maupun yang akan mendaki Gunung Rinjani. (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Obyek wisata Taman Nasional Gunung Rinjani masih menjadi primadona. Selama liburan panjang usai Hari Raya Idul Fitri, sampai dengan Lebaran Ketupat, jumlah wisatawan yang melakukan pendakian ke obyek wisata Gunung Rinjani yang melewasti pokso pendakian Sembalun mengalami peningkatan yang cukup sigfinikan. Bahkan tahun ini jumlah kunjungan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Dari data kunjungan, jumlah yang melakukan pendakian selama libur panjang lebaran tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu,” ungkap Kepala Resort Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sembalun, Zainuddin, Minggu kemarin (2/7).

Peningkatan kunjungan katanya, mulai terlihat sejak H+2 lebaran lalu. Terhitung sejak tanggal 26 Juni hingga tanggal 1 Juli 2017, jumlah pengunjung yang mendaki ke Rinjani mencapai 6 ribu lebih.

Dari jumlah itu, didominasi oleh pengunjung lokal. Rinciannya, tanggal 26 Juni  pendaki dari mancanegara sebanyak 132 orang, nusantara 921 orang, tanggal  27 Juni pendaki mancanegara sebanyak 142 orang, dan  Nusantara sebanyak 1.302 orang.

Kemudian tanggal 28 Juni, wisatawan mancanegara sebanyak 175 orang, kemudian Nusantara sebanyak 1.285 orang. Selanjutnya tanggal 29 Juni wisatawan mancanegara 176, nusantara 457, tanggal  30 mancanegara 95, nusantara 377 orang. Sedangkan tanggal 1 Juli mancanegara 108 orang, dan Nusantara sebanyak 436 orang. “Kalau hari terakhir libur (kemarin), jumlah kunjungan masih belum kita data. Tapi jumlahnya tidak terlalu melonjak,” ungkapnya.

Selama pendakian, petugas TNGR katanya tetap melakukan pemantauan melalui kamera CCTV yang telah mereka pasang di berbagai kawasan TNGR. Selama libur panjang lebaran ini terlihat kawasan TNGR, terutama di sekitar Danau Segara Anak disesaki oleh tenda-tenda para pengunjung yang melakukan pendakian. “Selama libur ini, memang sangat ramai sekali. Tenda-tenda tampak penuh di sekitar Rinjani,” akunya.

Selain itu, pendakian selama libur lebaran tahun ini telah terjadi sejumlah insiden  yang menimpa para pendaki. Baik itu yang dialami oleh pendaki mancanegara dan lokal. Para pendaki yang mengalami kecelakaan langsung diberikan pertolongan dan di evakuasi untuk dilakukan perawatan. “Kebanyakan adalah kecelakaan murni.  Kalau kita terima laporan, kita langsung bergerak memberikan pertolongan,” kata dia.

Sementara terkait masalah sampah yang selalu menjadi persoalan ketika  kawasan Rinjani ramai dikunjungi wisatawan, Zainuddin pun tak menampiknya. Namun dari hasil pemantauan mereka, tidak terlalu parah. Tapi terkait masalah sampah ini, mereka tetap melakukan penanganan. Caranya dengan melakukan clean up yang melibatkan sejumlah organisasi pecinta alam. Baik itu dari Pecinta Alam, Kelompok Pemuda dan lainnya.

“Upaya yang dilakukan  pihak Taman Nasional yaitu melakukan clean up melibatkan berbagai kelompok pecinta alam. Karena setiap bulan organisasi pecinta alam ini naik melakukan bersih-bersih sampah,” ujarnya.

Dari pantauan Radar Lombok, selama libur lebaran tahun ini, jalan utama menujuk Sembalun terlihat sesak oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Mereka datang dari berbagai wilayah, baik itu dari sekitar NTB, luar daerah termasuk pengunjung mancanegara.

Sebagian dari mereka ada yang datang untuk melihat pemandangan di sekitar obyek wisata Pusuk Sembalun dan obyek wisata lainnya yang ada di Desa Sembalun. Misalnya objek wisata kebon strowberry, rumah adat, dan beberapa tempat lainnya. Dan sebagian lagi datang dengan tujuan utama untuk melakukan pendakian, ke beberapa tempat di sekitar kawasan TNGR, seperti Bukit Pergasingan, Bukit Nanggi, termasuk ke puncak Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak. “Baru pertama kali  muncak ke Rinjani . Saya penasasaran,” kata Anwar, pendaki asal Lotim. (lie)

BACA JUGA :  497 Pelari dari 28 Negara Ikuti Rinjani 100