Lawan Polisi, Dua Rampok Sadis Dilumpuhkan

Rampok Sadis
DILUMPUHKAN: Paing dan Salep, dua kawanan rampok sadis yang ditangkap anggota Polres Lombok Tengah. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Paing dan Salep harus mengerang kesakitan di penjara Mapolres Lombok Tengah. Kaki kedua kawanan perampok sadis ini ditembak setelah berusaha melawan polisi ketika hendak ditangkap Jumat lalu (1/6).

Keduanya ditangkap lantaran terlibat dalam sejumlah aksi perampokan di wilayah selatan Lombok Tengah. Paing, 47 tahun sendiri merupakan warga Dusun Singgah Desa Rembitan. Sedangkan Salep, 39 tahun merupakan warga Dusun Pogam Desa Sukadana Kecamatan Pujut. Kedua resedivis kasus curas ini diamankan Tim Opsnal Polres Lombok Tengah sekitar  pukul 03.45 Wita. Mereka ditangkan sesuai dengan  LP/60/V/2018/NTB/Res Loteng/Sek Kuta, tanggal 26 Mei 2018 dengan korbanya  Erlim Budianto, 48 tahun,  warga Peresak Ampenan Kota Mataram.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang menjelaskan, kedua pelaku ditangkan setelah dilaporkan korban. Polisi kemudian menyelidiki kasus ini dan mengantongi identitas pelaku. Polisi lantas bergerak cepat ke rumah pelaku dan berhasil menemukan barang bukti serta pelaku. “Ketika ditangkap, pelaku berusaha melarikan diri sehingga dilumpuhkan,’’ ungkap Rafles, Senin kemarin (4/6).

Rafles mengaku, kawanan rampok ini bersama lima orang. Dua di antaranya sudah tertangkap dan tiga orang lainnya masih buron. Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga mengamankan puluhan barang bukti (BB). D iantaranya, 4  buah tas, sepasang sepatu merek vancouver, sepasang kaos kaki motif merah cokelat merek sport, 1 buah HP merk Samsung, 1 buah HP merek  MI warna gold, 1 buah kunci T, 1  buah obeng, 4 buah parang, 1 buah mesin nor listrik merek modern, 1 buah mesin gerinda listrik merek makter, 1 lembar kain sarung motif biru putih, 1 lembar celana dalam, 1 buah baju loreng dan  satu utas tali nilon pancing. “Para pelaku ini merupakan komplotan yang tergolong sadis dalam melancarkan aksinya. Karena pelaku yang diperkirakan melancarkan aksinya berlima tersebut tidak segan-segan melukai korbanya jika korbanya melawan,” bebernya.