Lawan Covid-19 dengan Suntik Vaksin

Divaksin : Seorang siswa di salah satu MTs di Kecamatan Suralaga tampak tegang ketika akan suntik cairan vaksin. (M. Gazali)

SELONG – Corona Virus Disease (Covid 19) menjadi momok yang menakutkan bagi semua negara di belahan bumi. Sejak kasus pertama muncul di Provinsi Wuhan Cina di penghujung tahun tepatnya 1 Desember 2019, virus ini dengan begitu cepat menyebar ke berbagai penjuru negeri. Baik itu daratan Eropa, Amerika, Australia dan penyebaran yang paling parah negara di benua Asia.

Karena penyebaran yang begitu cepat, bahkan sampai merenggut nyawa, organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan Covid 19 ini sebagai pandemi. Semua negara mulai mewaspadai masuknya virus tersebut. Mulai dari pembatasan akses masuk warga negara asing dan langkah- langkah antisifasi lainnya. Tak terkecuali Indonesia sendiri.

Di awal tahun 2020, Indonesia pun mengumumkan kasus pertama yang ditemukan di Depok, Jawa Barat 4 Maret 2020 lalu. Satu keluarga terkonfirmasi positif setelah kontak erat dengan warga Negara Jepang yang datang ke Indonesia. Bak air bah, virus ini pun juga menyebar dengan cepat ke berbagai provinsi lainnya di Indonesia, termasuk NTB. Di NTB kasus 01 dan 02 pertama kali ditemukan di Lombok Timur (Lotim) pada April 2020 . Pasien yang terkonfirmasi positif ini adalah pasangan suami istri. Mereka terpapar virus ini setelah melakukan perjalan ke Jakarta.

Setelah muncul kasus pertama di Lotim berbagai ikhtiar dilakukan pemerintah setempat untuk menekan penyebaran virus ini. Sesuai instruksi dari pemerintah pusat, langkah- langkah pencegahan dilakukan secara masif oleh pemerintah daerah. Langkah yang dianggap paling ampuh adalah pemberlakukan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat di tengah masyarakat. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Semua unsur terkait mulai dari jajaran Pemkab Lotim, kepolisian, TNI, instansi vertikal lainnya, pemerintah desa termasuk tokoh agama, elemen masyarakat mulai bahu membahu memberikan pemahaman ke masyarakat untuk mematuhi Prokes. Mulai dari perkotaan, sampai ke pelosok – pelosok Lotim petugas tidak memperbolehkan terjadinya kerumunan , dan menghimbau untuk tetap memakai masker . Begitupun di corong- corong masjid juga disampaikan hal serupa. Semua lini kehidupan masyarakat terkena dampak. Aktivitas masyarakat lumpuh total. Layanan publik seperti sekolah termasuk juga tempat ibadah di tutup. Begitu pun roda perekonomian juga melesu.

Seiring waktu, upaya menekan kasus ini tidak cukup hanya melalui penerapan prokes. Faktor kesehatan diri juga paling utama. Khususnya menyangkut imunitas. Orang yang imunitas bagus secara medis memiliki kekebalan untuk menangkal virus ini. Selain makanan, pikiran alternatif lainnya untuk membangun imunitas adalah lewat suntik vaksin.

Pemerintah pun mulai putar otak bagaimana program vaksinasi segera digencarkan. Tapi semua itu butuh proses. Apalagi kebutuhan akan vaksin ini bukan hanya di Indonesia tapi di semua negara. Program vaksin mulai digencarkan di awal di tahun 2021. Di NTB sendiri, Lotim merupakan kabupaten dengan target vaksinasi atau capaian herd immunity tinggi yaitu 70 persen dari total sekitar 1,3 juta penduduk.

BACA JUGA :  Proyek Harus Tuntas Dibayar Sebelum Tahun Berakhir

Berdasarkan data Satgas Covid Lotim dari 70 persen target vaksinasi total ada 952.470 orang yang menjadi sasaran vaksinasi dari berbagai latar belakang dan beragam usia. Vaksinasi perdana menyasar tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi garda terdepan dalam penangan Covid. Sasaran nakes yang divaksin di tahap pertama ini 5.737 orang.

Di berbagai kesempatan Bupati Lombok Timur (Lotim) HM Sukiman Azmy selalu menekankan semua pihak untuk terus menggejot semua pihak untuk mengejar capaian vaksinasi. Petugas dari semua jenjang bahu membahu turun sosialisasi. Terutama meyakinkan masyarakat bahwa vaksin itu aman bagi kesehatan.

Bupati Sukiman mengatakan,  vaksinasi ini merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan ini harus disambut dengan baik. Kata dia, jangan sampai ada pihak  tertentu yang berpikiran negatif sehingga akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. ”Sekarang kita harus berpikir positif. Karena fungsi dari vaksin ini untuk memberikan kekebalan tubuh masyarakat kita. Terutama para tenaga kesehatan kita. Kalau mereka sudah kebal maka mereka akan sulit terpapar virus ini,” sebut Sukiman.

Ikhtiar menangkal dan menekan kasus Covid-19 melalui penerapan prokes dan vaksinasi mulai memberikan hasil. Kasus Covid-19 perlahan turun menurun drastis. Angka kesembuhan pasien yang terkonfirmasi positif juga terus bertambah. Bahkan Lotim mencapai nol kasus. Keberhasilan Lotim menekan lanjut virus ini terbaik di NTB. Capaian ini lantas mendapatkan dan penghargaan baik itu dari pemerintah provinsi bahkan pusat.

Sekda Lotim HM Juaini Taofik menambahkan, tren perkembangan kasus Covid-19 di Lotim menunjukkan angka  yang sangat menggembirakan. Data per tanggal 9  November 2021, Lotim tercatat nol kasus Covid-19. Capaian tersebut sebagai bukti kerja maksimal Pemkab Lotim dan semua unsur terkait dalam upaya menekan menyebar kasus Covid-19.

Mengacu pada data tersebut dari 21 kecamatan di Lotim semuanya tidak ditemukan lagi kasus terkonfirmasi positif. Kondisi tentunya harus dipertahankan  terutama bagaimana masyarakat tetap diberikan arahan supaya tetap mematuhi Prokes dalam berbagai aktivitas. ” Nol kasus tersebut menandakan bahwa tidak ada lagi pasien Covid yang dirawat di rumah sakit,” kata Sekda Lotim HM. Juaini Taofik.

Kendati laju penurunan Covid-19 mulai terasa, namun sebelum status pandemi belum berakhir kewaspadaan itu harus tetap terjaga. Karena sambungnya, hal itu merupakan salah satu penangkal Covid-19 selain menerapkan prokes dan mempercepat herd immunity. “Itu salah satu penangkalnya, selain yang utama kita menangkalnya dengan penerapan prokes ini dan mempercepat capaian herd immunity,” sebutnya.

BACA JUGA :  Polisi Dalami Kasus Penimbunan Pupuk Subsidi

Juaini kembali menjelaskan berkaitan dengan capaian vaksinasi  dosis 1 Lotim yang telah melampaui target 70 persen. Hal ini menandakan bahwa masyarakat diperkenankan untuk melakukan aktivitas tapi tanpa mengabaikan prokes.

Ikhtiar mengejar herd immunity 70 persen warga Lotim akhirnya tercapai. Tepat tanggal 5 November 2021 Satgas Covid-19 di Lotim mengumumkan capaian vaksinasi bahkan telah melampaui target yaitu mencapai 71,21 persen.

Capaian tersebut tentunya mempengaruhi status Lotim yang sebelumnya berada di PPKM level 3 turun ke level 1. Capaian vaksinasi  Lotim ini juga dinyatakan paling tinggi dan terbaik dibandingkan dengan semua kabupaten/kota di NTB. ” Tren status PPKM  kita di Lotim sempat turun naik. Dari sebelumnya level 1 , naik lagi ke level 2  dan level 3. Kenaikan status level itu bukan semata karena kenaikan kasus melainkan karena capaian vaksinasi kita yang masih rendah,” terang Kadis Kesehatan Pathurrahman dalam jumpa pers kemarin.

Ia menyebutkan penentuan level PPKM sebelumnya ditentukan oleh dua indikator yaitu indikator komunitas dan kapasitas respon.  Namun setelah dikeluarkannya instruksi Mendagri Nomor 54 tahun  tahun 2021, penentuan level PPKM ini ditentukan melalui tiga indikator. Satunya yaitu  ditentukan melalui indikator capaian vaksinasi.” Setelah adanya instruksi Mendagri ini level PPKM kita langsung naik ke level 3. Tapi sekarang telah turun ke level 1, ” lanjut Pathurrahman.

Ia menambahkan, dari 70,21 persen capaian vaksinasi  setara dengan 952.470 warga Lotim yang telah divaksin untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua baru mencapai sekitar 21, 20 persen atau sekitar 201.970. Sedangkan dosis ketiga yang diperuntukkan untuk tenaga kesehatan telah mencapai 85,45 persen atau 4.545 orang.  Dengan terpenuhinya herd immunity tersebut masyarakat diperbolehkan untuk melakukan aktivitas apapun namun dengan ketentuan harus mengedepankan protokol kesehatan (Prokes).” Melihat capian vaksinasi itu, maka bisa kita katakan  bahwa herd immunity di Lotim mampu kita capai  dalam waktu yang lebih cepat. Awalnya kita targetkan  akan bisa terpenuhi di Desember ” tandas Pathurrahman.

Data terbaru sampai tanggal 5 Desember 2021 Lotim masih nol kasus. Sejak awal Covid muncul di Lotim total ada 3.077 warga yang terpapar virus. Dimana 48 orang meninggal dunia (lie)