Larangan Bawa HP ke Sekolah Masih Dikaji

MASIH DIKAJI : Larangan membawa handphone ke sekolah masih dikaji oleh pemerintah daerah setempat. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemkot Mataram masih mengkaji perlu tidaknya kebijakan larangan membawa handphone (HP) ke sekolah diberlakukan. Pemerintah menilai perlu melaksanakan kajian kajian mendalam sebelum memutuskan kebijakan. ‘’Nanti saya coba pertimbangkan dan bicarakan dengan Kepala Dinas Pendidikan,’’ ujar Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, Kamis (6/10).

Kebijakan dikeluarkan tentunya dengan pertimbangan dan kajian yang matang. Plus minus tentang larangan membawa handphone ke sekolah ini didalami pemerintah sebelum mengeluarkan dan memberlakukan kebijakan. ‘’Kalau memang itu aspirasinya muncul dari pihak sekolah, tentunya akan kita ambil kebijakan sesuai dengan apa yang menjadi harapan mereka,’’ katanya.

Wali Kota juga menyampaikan, sekolah tidak hanya menyampaikan usulan agar pemerintah mengeluarkan kebijakan. Sekolah juga perlu memberikan solusi atau alternatif skema jika larangan tersebut diberlakukan. Karena itu, Wali Kota menyambut baik solusi dari sekolah yang akan menyiapkan layanan call center gratis. Layanan ini disiapkan untuk orang tua yang akan menghubungi anaknya di sekolah, salah satunya untuk keperluan penjemputan dan lainnya. ‘’Makanya ini juga harus dipertimbangkan. Kan kemudahan-kemudahan teknologi yang sekarang itu bukan hanya negatifnya saja. Karena sebagai sarana komunikasi dengan orang tuanya untuk keperluan tertentu di sekolah juga. Tapi kalau misalnya secara umum memang lebih banyak masalahnya, tentu kita akan mengambil kebijakan yang dianggap perlu nanti,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Dua Pelajar NTB yang Dikukuhkan Presiden jadi Anggota Paskibraka Tahun 2022

Sebelumnya, usulan tentang larangan membawa handphone ke sekolah ini kembali mencuat. Usulan langsung datang dari sejumlah sekolah kepada pemerintah ini dengan beragam pertimbangan. Antara lain, siswa dinilai belum bijak menggunakan handphone. Alasan ini karena pihak sekolah menemukan sejumlah kasus penyalahgunaan handphone oleh siswa. ‘’Alasan itu yang mendasari kita mengusulkan ada kebijakan dari pemerintah tentang larangan membawa handphone ke sekolah,’’ kata Kepala Sekolah SMPN 1 Mataram, Saptadi Akbar beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Tiga Madrasah Tarik Pungli PPDB

Alasan lainnya handphone saat ini tidak terlalu dibutuhkan di sekolah. Karena sejak pembelajaran tatap muka (PTM) penuh dilaksanakan, handphone sudah tidak dimanfaatkan untuk pembelajaran. Sedangkan untuk pembelajaran yang menggunakan atau membutuhkan informasi dan teknologi (IT), siswa bisa menggunakan laboratorium yang ada di sekolah. ‘’Ketika memang dibutuhkan anak-anak belajar secara online. Guru-guru bisa membawa siswa-siswinya ke laboratorium. Di lab kami ada 40 unit komputer yang bisa digunakan oleh anak di bawah pengawasan bapak dan ibu guru. Sehingga penggunaan handphone di bawah proses pembelajaran sekarang sementara ini belum dibutuhkan,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf Zain mengatakan, usulan dari sekolah sudah diterima. Namun Dinas Pendidikan belum ada putusan untuk memberlakukan kebijakan larangan membawa handphone ke sekolah. ‘’ Belum,’’ ungkapnya singkat. (gal)

Komentar Anda