Lanjutkan S3 ke China, Terima Banyak Penghargaan dan Sertifikat dari Luar Negeri

BERPRESTASI: Putra Wanda bersama teman kuliahnya di China. Dia menyelesaikan kuliah S3 di China. (Putra Wanda for Radar Lombok)

Usianya saat ini 27 tahun, namun Putra Wanda sudah menjadi dosen tamu d ibeberapa kampus. Tahun 2016 lalu, Wanda melanjutkan pendidikannya ke Cina untuk melanjutkan S3 di Harbin University of Science & Tech, China.

 


AZWAR ZAMHURI – MATARAM


 

Saat dihubungi Radar Lombok, Putra Wanda sedang berada di Harbin, Beijing Utara. Wanda lahir di Desa Penakak Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Desa ini  identik dengan gerabah gerabah. Secara turun-temurun, kemampuan mengolah tanah liat diwariskan disana. Hanya sebagaian kecil masyarakatnya yang fokus bertani dan menggantungkan hidup dari sawah.  “Bapak dan Ibu saya adalah petani, beberapa  tahun yang lalu Bapak saya telah meninggal sehingga kondisi keluarga sempat sulit,” kenangnya kepada Radar Lombok melalui jejaring sosial facebook, Senin kemarin (16/1).

Ayahnya, almarhum Satriawan sebelum meninggal dunia selalu berpesan agar terus melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Begitu juga dengan ibundanya tercinta yang selalu setia mendoakan kesuksesan anaknya.

Kepintaran Wanda sudah terlihat sejak bersekolah di SMPN 3 Masbagik. Prestasi akademik yang diraih cukup membanggakan sehingga bisa melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Masbagik. “Saat mau kuliah S1 dulu, alhamdulillah saya dapat beasiswa dari kampus dan pemerintah. Ada sih sedikit-sedikit dibantu sama keluarga,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini.

[postingan number=3 tag=”boks”]

Wanda menuntaskan S1 dalam waktu 3,5 tahun di Universitas Respati, Yogyakarta jurusan Teknologi Informasi. Kemudian melanjutkan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan jurusan yang sama selama 1,5 tahun. Bisa melanjutkan S2 pun, Wanda mengandalkan beasiswa hingga lulus tahun 2015.

Awal mula bisa kuliah S3 di China, saat ada tawaran dari universitas luar negeri  untuk merekrut calon mahasiswa S3. Dengan syarat mahasiswa tersebut memiliki nilai akademik yang baik. Penawaran diberikan hanya kepada kampus terbaik di Indonesia, salah satunya adalah UGM tempat Wanda kuliah S2.

Setelah berdiskusi dengan beberapa profesor di UGM untuk mendapatkan izin, akhirnya Wanda diberikan rekomendasi untuk mengirimkan aplikasi ke salah satu kampus terbaik bidang teknik di China. “Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya dapat informasi bahwa aplikasi saya disetujui oleh professor di luar negeri dan akan didaftarkan sebagai calon penerima beasiswa nasional di China,” ceritanya.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pihak universitas memberikan kabar baik bahwa Wanda diterima sebagai salah satu penerima beasiswa S3 bidang studi Computer Application and Technology di Harbin University of Science & Technology. Kampus tersebut merupakan salah satu yang terbaik di negara China.

Mendapatkan beasiswa di bidang tekhnologi merupakan hadiah besar dan juga tanggung jawab. Wanda memiliki beban untuk terus menunjukkan kualitas dirinya di bidang yang digeluti. “Alhamdulillah sih cukup banyak penghargaan juga yang pernah saya raih,” ujar pemuda yang masih lajang ini.

Masa kuliah memang dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Saat ini, Wanda juga biasanya mengisi beberapa matakuliah komputer di beberapa kampus sebagai dosen tamu. Belum lagi sebagai pembicara di kegiatan-kegiatan seminar dan workshop teknologi informasi.

Beberapa prestasi yang pernah ditorehkan diantaranya penerima Undergraduate Scholarship, Ministry of National Education, Penerima Graduate Fellowship, Directorate of Higher Education (DIKTI), penerima International Scholarship for PhD Degree, China Goverment Scholarship (CSC) dan penghargaan cumluadu grade selama kuliah.

Sedangkan di bidang yang digelutinya, Wanda tercatat sebagai penerima sertifikasi international bidang teknologi jaringan komputer Mikrotik Certified Network Associate (MTCNA), 2014 level Principle bidang Komputer, Latvia.

Wanda juga pernah menerima Sertifikasi International Mikrotik Certified Routing Expert (MTCRE), 2015 level profesional bidang komputer Latvia, penerima sertifikasi internasional bidang keamanan sistem dari Certified Secure Computer User (CSCU), 2015 di USA, penerima sertifikat internasional bidang teknologi software Java, Oracle, 2016, Norwegia, dan lain sebagainya.   “Saya memang sering kesana-kemari ikuti lomba bidang tekhnologi, kirimkan karya saya, sering ikut seminar dan juga meneliti jaringan dan komputerisasi, keamanan sistem, sistem enterprise,” terangnya.

Untuk masa depannya nanti, Wanda tetap ingin menjalankan profesi sebagai dosen sebagai pengabdian dirinya. Terlebih lagi Wanda juga memiliki keinginan untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia. “Selain itu juga, menjadi pakar dalam bidang TI menjadi salah satu tujuan saya,” katanya.(*)