Lanjutkan Ikhtiar TGB, Kemiskinan dan Pengangguran Jadi Prioritas Zul-Rohmi

Zul Rohmi
LANJUTKAN : Dr Zulkieflimansyah-Dr Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) resmi menjadi Gubernur-Wakil Gubernur NTB hari ini.

MATARAM – Gubernur-Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023, Dr Zulkieflimansyah-Dr Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) hari ini dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara.Sebagai pemimpin baru, banyak hal yang harus direspon cepat. Diantaranya masalah kemiskinan dan pengangguran. Selain itu soal penanganan pascabencana. “ Kita akan fokus memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan lancar dan baik,” ungkap Gubernur NTB Zulkieflimansyah kepada Radar Lombok kemarin.

Setelah dilantik Zul akan intens melakukan komunikasi dengan seluruh bupati/wali kota, termasuk dengan semua tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda dan lain-lain.

Jabatan gubernur adalah amanah rakyat yang harus dijalankan dengan baik terutama merealisasikan visi-misi dalam bentuk nyata.” Insya Allah kita akan membangun NTB ini secara bersama-sama. Kita komit bekerja sesuai visi-misi dan program yang telah kita rancang,” ucapnya.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, sejak awal tagline Zul-Rohmi adalah melanjutkan ikhtiar TGB. Mengingat pengabdian TGB selama 10 tahun telah membawa NTB pada jalur yang tepat. Pondasi-pondasi pembangunan juga telah dilakukan. Zul-Rohmi akan melanjutkan ikhtiar tersebut dengan improvisasi sesuai kebutuhan saat ini.”Garis bawahi, Zul-Rohmi itu melanjutkan ikhtiar TGB. Kita improvisasi program TGB-Amin, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan saat ini dan akan datang,” ungkap Rohmi lewat sambungan telepon.

BACA JUGA: Zul-Rohmi, Harapan Baru NTB Lebih Maju

Pada prinsipnya kata Rohmi, pekerjaan Zul-Rohmi melanjutkan dan melengkapi apa yang sudah dilakukan pemimpin sebelumnya. Hal itu juga tergambar dari visi-misi dan program yang telah disusun sebelumnya. Perbedaan yang akan dilakukan tidak terlalu mencolok. “ Kita melanjutkan, tapi action-nya dengan berbagai cara. Sudah kita lukis sebelumnya. Seperti sinergitas semua program sehingga berhubungan antara program yang satu dengan yang lainnya,” kata Rohmi.

Dicontohkan dalam konsep pembangunan pariwisata. Desa-desa wisata harus fokus diperhatikan. Kebijakan seperti itulah yang akan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Harus pula ada inovasi mengenai destinasi wisata. Sanggar-sanggar seni harus dilestarikan. Keberadaannya bisa menjadi destinasi baru yang bila dikelola dengan baik akan bermanfaat besar.”UMKM juga kita persiapkan dan bisa dijadikan destinasi. Dampaknya nanti bisa menurunkan angka kemiskinan,” katanya.

Untuk investasi yang masuk ke NTB, Rohmi berkomitmen agar kehadirannya memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Keterlibatan masyarakat lokal dalam investasi menjadi keharusan. Tujuan utama pembangunan adalah untuk menurunkan angka kemiskinan, menghilangkan pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat. “ Salah satu caranya, investasi bukan hanya diterima saja. Tapi harus betul-betul dipastikan adanya keterlibatan masyarakat lokal, mereka bisa masuk juga,” ucapnya.

Setelah dilantik tentu saja fokus utama Zul-Rohmi adalah penanganan pascabencana. Kemudian merancang kembali langkah-langkah strategis menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Kedua persoalan tersebut harus diatasi dengan serius. Sebagai pemimpin baru, Zul-Rohmi akan segera mereview penanganan pascabencana. “ Untuk pascabencana, kita akan lihat catatan progresnya sampai saat ini seperti apa. Lalu bagaimana agar terorganisir dengan baik semua potensi yang ada,” tambahnya.

Bagi Rohmi, penanganan pascabencana sejauh ini cukup baik. Namun komunikasi antarlini masih harus lebih ditingkatkan. Apalagi pemerintah sudah menunjukkan perhatian seriusnya.

Bukan hanya pemerintah yang memiliki komitmen tinggi. Seluruh masyarakat juga memberikan perhatian pada bencana gempa. “ Tinggal semua potensi kita sinergikan. Kedepan kita buat forum-forum untuk satukan Ormas dan lembaga bantuan dalam satu gerakan yang baik, sehingga saling melengkapi,” ungkap Rektor Universitas Hamzanwadi ini.

Mengatasi bencana besar seperti saat ini, Rohmi menyadari tidak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan komitmen bersama, terutama dalam meredam setiap potensi gejolak.”Media juga bangun pemberitaan yang baik, semua bersatu untuk NTB. NTB ini luar biasa, gak ada gejolak sejauh ini,” kata cucu pahlawan nasional TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid ini.

Adakah sesuatu yang baru dari Zul-Rohmi? Mendengar pertanyaan itu, Rohmi menegaskan inovasi akan tetap dilakukan. Tentu saja bagian dari cara melengkapi ikhtiar TGB-Amin. Rohmi mencontohkan keberadaan Science Techno Park (STP) Banyumulek di Lombok Barat. STP tersebut bisa lebih ditingkatkan produktivitasnya.”Jadi sentra-sentra industri. Bukan berarti industri besar saja. Tapi juga seperti industri permesinan, itu kita fokuskan. Yang namanya teknologi tepat guna, kalau kita produksi sendiri, hasilnya jauh lebih baik. Bisa meningkatkan produksi di pertanian dan perkebunan,” jelasnya.

Oleh karena itu, revitalisasi STP akan dilakukan. Nantinya tidak hanya menjadi Science Techno Park (STP), tetapi juga Science Techno and Industrial Park. “Jadi Zul-Rohmi itu gak ada yang terlalu aneh-aneh programnya. TGB-Amin sudah bagus kok bekerja, tinggal kita lanjutkan. Kan yang penting kita kerja, kerja dan kerja,”tutupnya.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut