Langka, Petani di Daerah Ini Jarah Pupuk Bersubsidi

Petani di Daerah Ini Jarah Pupuk Bersubsidi
JARAH: Sejumlah warga Desa Leu saat mengamankan pupuk yang mereka jarah. (Syarif/ Radar Tambora)
Advertisement

BIMA – Persoalan kelangkaan pupuk seakan tak pernah ada habisnya. Setelah menjarah pupuk jatah Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo, kini petani Desa Leu Kecamatan Bolo kembali berulah. Kali ini mereka menghadang truk pupuk bersubsidi jatah petani Desa Renda Kecamatan Belo.

BACA JUGA :  Jokowi Tidak Mengakomodir Putra NTB

Penjarahan pupuk itu karena alasan kebutuhan pupuk yang mendesak dan susahnya warga mendapatkan pupuk bersubsidi. “Kita tidak punya pilihan lain untuk mendapatkan pupuk. Penjarahan ini langkah alternatif. Kalau tidak segera dipupuk, tanaman akan mati,” tandas warga, Irwan Saleh, kemarin.

Kata dia, meski sudah pertengahan Januari, namun warga setempat masih susah mendapatkan pupuk. Hal itu yang mendorong mereka mengambil langkah represif. “Kita bosan menunggu penyaluran pupuk. Makanya langkah penjarahan ini kita lakukan,” katanya.

Dijelaskan, pupuk yang dijarah ini merupakan jatah warga Renda milik distributor CV. Rahmawati dengan jumlah 10 ton atau 200 sak. Semua pupuk tersebut dibayar di tempat oleh penjarah dengan harga per sak Rp. 105.000.

BACA JUGA :  Koni NTB Usulkan 23 Atlet Berperstasi

Sementara itu, Kapolsek Bolo, AKP Muhtar HI SSos kehabisan akal untuk meredam aksi brutal warga di Kecamatan Bolo. Karena dia kerap mengimbau warga agar tidak menjarah pupuk milik warga lain. “Bukan saja mengarahkan warga agar tidak menjarah pupuk. Kita juga sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian guna mencari solusi saat itu. Hanya saja warga tidak mau mengindahkan,” tutupnya. (sya)