Lalu Saladin Meninggal Dunia Saat Pimpin Sangkep Warige Bau Nyale

SANGKEP WARIGE: Pemkab Lombok Tengah bersama tokoh masyarakat dari unsur karma adat, budayawan, dan pihak terkait lainnya menggelar sangkep warige penentuan hari tanggal bau nyale di Dusun Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Rabu (11/1). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Pagelaran ‘sangkep warige’ untuk menentukan hari tanggal pelaksanaan bau nyale di desa adat Dusun Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut diselumuti duka mendalam. Salah seorang tokoh budayawan yang merupakan Ketua Majelis Krama Adat Kecamatan Pujut, Lalu Saladin meninggal dunia akibat serangan jantung saat memimpin sangkep.

Kejadian bermula sekitar pukul 08.00 Wita, Rabu (11/1), dimulai rapat atau sangkep penentuan event bau nyale. Saat itu hadir almarhum Lalu Saladin, Kadis Budpar Lombok Tengah, Lendek Jayadi, Camat Pujut, Lalu Sungkul, Sekretaris Majelis Adat Sasak (MAS) Dr Lalu Ari Irawan beserta Wali Paer Lombok Tengak, Budayawan, Sesepuh Krame Adat Sasak, dan Wali Segara yang seluruhnya berjumlah 19 orang.

Dalam sangkep tersebut disepakati bersama bahwa jatuhnya event bau nyale tahun 2023 diputuskan hari Jumat-Sabtu, tanggal 10-11 Februari. Setelah persidangan penentuan event bau nyale, tiba-tiba pimpinan sangkep wariga atau Ketua Krama Adat Pujut, Lalu Saladin jatuh tidak sadarkan diri. Dia diduga terkena serangan jantung dan langsung dibawa ke rumah sakit, namun di tengah perjalanan menuju rumah sakit, yang bersangkutan menghembuskan napas pamungkasnya. Meski begitu, sekitar pukul 11.00 Wita kegiatan sangkep warige tetap dilanjutkan untuk mengumumkan hasil rapat atau penentuan hari pelaksanaan sembari mendoakan almarhum.

Baca Juga :  Ditolak RSUD, Bayi Empat Bulan Meningal Dunia

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah, H Lendek Jayadi ketika dikonfirmasi tidak menafikan kejadian itu. Lalu Saladin diduga meninggal dunia akibat serangan jantung mengingat almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. “Untuk itu kita akan sama-sama melayat di rumah duka dan korban akan dimakamkan pada hari ini (kemarin, red) setelah salat Ashar,” terang Lendek.

Baca Juga :  Sungai Meluap, Puluhan Rumah di Kampung Jawa Terendam Banjir

Salah seorang tokoh adat dan budaya, H Lalu Agus Pathurrahman juga mengakui hal itu. Setalah Lalu Saladin dipastikan meninggal dunia, Lalu Agus langsung memimpin doa untuk ketenangan arwah almarhum yang sudah berjuang di bidang kebudayaan khususnya tradisi atau adat di Kecamatan Pujut. Almarhum juga didoakan agar segala amal perbuatannya diterima oleh Allah Swt dan diampuni segala dosa-dosanya. “Innalilahi wainna ilaihirojiun, telah meninggal dunia Ketua Krama Adat Pujut Lalu Saladin. Beliau yang tadi memimpin sidang sangkep warige jatuh karena serangan jantung dan kini meninggalkan kita semua. Untuk beliau yang sudah berjuang di bidang kebudayaan khususnya di Pujut amalnya diterima oleh Alloh SWT serta diampuni segala dosanya,” ucap Lalu Agus. (met)

Komentar Anda