Lalai Terapkan Protokol Sekolah Ditutup Enam Bulan

SEMBALUN

SELONG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB Dr H Aidy Furqan mengingatkan kepada semua kepala SMA/SMK dan SLB untuk betul betul menerapkan protokol Covid-19 saat berlangsung simulasi membuka sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

“Kalau ada kepsek dan guru yang tidak mematuhi protokol Covid-19 saat selama simulasi pembelajaran di sekolah, maka akan kita tutup  selama enam bulan kedepan,” kata Aidy Furqan, Minggu (13/9).

Menurut Aidy, kebijakan tegas hingga sampai penutupan sekolah selama enam bulan tersebut harus diterapkan, sebagai salah satu upaya antisipasi penyebaran penyakit menular. Terlebih lagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB telah menerbit Peratuan daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2020 tentang pencehan penyakit menular, kemdian diikuti dengan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang penerapan protokol Covid-19, termasuk didalamnya penggunaan masker.

“Makanya besok ini sudah mulai melakukan simulasi dan kita ingatkan kepada kepsek yang mendapatkan jadwal dipekan pertama supaya memastikan agar protokol Covid-19 ini diperhatikan,” tegasnya.

Selain itu, nantinya tim gugus tugas juga langsung turun untuk memantau bagi sekolah-sekolah yang mendapatkan jadwal simulasi KBM tatap muka.

“Kita sama-sama nanti turun lapangan langsung untuk memantau saat simulasi dengan tim gugus tugas,” terangnya.

Untuk diketahui, dipekan pertama simulasi  KBM tatap muka Kota Mataram dilakukan, yakni SMAN 1 Mataram, SMAN 3 Mataram, SMAN 2 Mataram, SMAN 9 Mataram, SMKN 2 Mataram, SMKN 5 Mataram, dan SLBN 1 Mataram. Selanjutnya di Kabupaten Lombok Utara, SMAN 1 Tanjung, SMAN 1 Bayan, SMKN 1 Gangga dan SLBN 1 Lombok Utara. Kabupaten Lombok Barat, SMAN 1 Gerung, SMAN 1 Gunungsari, SMAN 1 Sekotong, SMKN 1 Kediri, SMKN 1 Lembar, SMKN 1 Gerung dan SLBN 1 Lobar.

Selanjutnya, Lombok Tengah, SMAN 1 Praya, SMAN 1 Jonggat, SMAN 1 Praya timur, SMKN 1 Praya Tengah, SMKN 1 Kopang dan SLBN 1 Loteng. Di Lombok Timur, SMAN 1 Selong, SMAN 1 Sakra, SMAN 1 Sikur, SMAN 1 Sambelia, SMKN 1 Keruak, SMKN 1 Pringgasela dan SLBN 1 Lotim.

“Ini yang akan simulasi di Pulau Lombok pekan pertama,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Mataram H Ismail mengaku sudah mempersiapkan semuanya untuk protokol Covid-19.

“Alhamdulillah, kita sudah mempersiapkan semuanya untuk penerapan protokol Covid-19,” katanya. (adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaBNPT Cegah Radikalisme Melalui Survei Kebhinekaan
Berita berikutnyaPemuda NW Kecam Penikaman Syeikh Ali Jaber