Lalai Ngajar karena Sibuk Berbisnis, Belasan Guru Dipanggil

Lalu Rusnan (ALI GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur menangani 15 guru bermasalah yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun 2021. Baik itu di jenjang pendidikan  sekolah dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka terbelit beberapa persoalan. Dikbud pun langsung mengambil sikap ketika mendapat laporan.

”Ada 15 kasus guru berstatus ASN yang kita ditangani sejak Januari 2021 lalu,”  ungkap Tim Penanganan Kasus di Dinas Dikbud Lotim, Lalu Rusnan, kemarin.

Yang mendominasi adalahguru bermasalah karena lalai dalam tugas mengajar karena sibuk menjalankan bisnis. Hal tersebut tentunya berdampak terhadap tingkat kedisiplinan seperti tidak tepat waktu datang ke sekolah, terkadang juga sering tidak masuk. Ini melanggar kewajiban mereka sebagai seorang ASN.

BACA JUGA :  Telur Luar Masih Mendominasi, Pemkab Turun Tangan

Lebih lanjut disampaikan pihaknya langsung memberikan tindakan terhadap guru yang nakal tersebut. Mereka diproses secara internal dengan dibina supaya tidak lagi mengulangi prilaku serupa.

” Terhadap 15 kasus itu, sembilan kasus sudah bisa kita selesaikan dan ada solusi penyelsaian,” tegasnya.

Namun lanjut dia jika guru tersebut kembali mengulangi  hal serupa tentunya akan diproses tegas. Dimana masalahnya itu akan diserahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) agar diberikan sanksi yang lebih tegas.

BACA JUGA :  Kasus Kolam Labuh Labuhan Haji, BPKP Minta Keterangan Enam Saksi

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah  kasus serupa. Diantaranya dengan turun langsung melalukan sosialisasi baik itu ke masing – masing UPT maupun ke sekolah.

” Pemanggilan tersebut  merupakan bentuk binaan agar kembali ke tugas menjadi guru yang sebenarnya,” ungkapnya.(lie)