Lakalantas Turun, Jalur KTL akan Diperluas

KTL DIPERLUAS: Tampak ruas jalan raya di Kota Selong, salah satu jalan yang menjadi opsi untuk perluasan kawasan KTL oleh Satlantas Polres Lotim (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) direncanakan akan diperluas Satlantas Polres Lotim. Perluasan renncananya dilakukan disejumlah ruas jalan Kota Selong. Opsi pertama, yakni jalan belakang SMPN 1 Selong, dan opsi berikutnya simpang empat Masjid Pancor menuju ke arah Rakam, sampai perbatasan Songak.

Satlantas Polres Lotim sendiri saat ini mulai focus terhadap keberadaan kawasan KTL. Terlebih lagi KTL merupakan  kawasan yang mengajarkan bagaimana berlalu lintas yang baik dan benar. Baik itu oleh pengendara roda dua maupun roda empat.

Kapolres Lotim lelaui Kasat Lantas Polres Lotim, AKP Bayu Eko Panduwinoto menargetkan tahun mendatang KTL sudah mengalami perluasan dengan panjang berapapun. Baginya hal itu harus bisa terwujud, karena sudah menjadi target pada tahun 2017 mendatang. “Baik itu satu kilometer atau berapapun, tapi itu harus. Itu target kita,” tegasnya, Rabu kemarin (31/8).

Menindak lanjuti rencana itu, pihaknya pun sudah mulai melakukan ancang-ancang. Diantaranya merapikan para pengendara yang melintas dikawasan KTL, dan sejumlah infarastruktur lainnya. “Termasuk juga melakukan sosialisasi. Itu sudah kita lakukan,” terangnya.

Rencana perluasan kawasan KTL sedang dalam pemetaan. Artinya, pihaknya sedang melakukan kajian jalur mana saja yang akan dijadikan kawasan KTL tambahan. Namun Satlantas sendiri sudah memiliki sejumlah opsi, jalur mana saja yang akan dijadikan perluasan KTL. “Pertama arahannya dari belakang SMPN 1 Selong, opsi kedua dari Masjid Pancor ke arah Rakam,” lanjut Bayu.

Dalam hal ini, Satlantas akan bekoordinasi dengan pihak terkait di Pemkab setempat. Seperti dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) dan Kantor Kebersihan dan Tata Kota (KKTK). Hal itu dilakukan menyangkut soal biaya dan anggaran. “Ini kan butuh anggaran,” jujurnya.

Kawasan KTL lanjutnya, yang menjadi proritas utama adalah kualitas jalan. Jangan sampai ada jalan berlobang karena itu akan mengancam keselamatan pengendara dan juga menimbulkan kemacetan. Sayangnya, masih ada sejumlah ruas jalan KTL yang saat ini kondisinya masih sangat memprihatinkan. “Kualitas jalan KTL menjadi etalase. Kalau rusak gimana jadinya, itu yang harus diperbaiki ,” ungkap Bayu.

Terkait dengan kasus Lakalantas. Diakuinya saat ini angka kecelakaan di wilayah Satlantas Polres Lotim menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya, terhitung sejak Januari sampai Agustus 2015  angka kecelakaan menyebabkan pengendara tewas mencapai 71, dan luka berat 22 orang. Namun tahun 2016 terhitung dari Januari sampai Agutus, jumlah kecelakaan turun yang menyebabkan pengendara tewas turun menjadi 65 orang, dan luka berat hanya 4 orang. (lie)