Lahir dari Keluarga Penghafal Quran, Hafal 1 Juz Dapat Rp 1 Juta

Prestasi  yang ditoreh Lalu Muh Khairurazaq Alhafiz  patut dibanggakan. Usianya baru menginjak usia 13 tahun namun  mampu mengharumkan Indonesia khusunya NTB di kancah internasional.Dia  berhasil menjadi juara satu pada MHQ Tahfiz 10 just Asia tingkat Asia-Pasifik yang dihelat di Jakarta belum lama ini.

 


M GAZALI—LOTIM


 

Kemarin, koran ini menyempatkan diri menyambangi kediaman Lalu  Muh  Khairurazzaq Alhafiz atau Hafiz sapaan akrabnya  yang berada di Dusun Berangkah Desa Kerongkong Lombok Timnur . Meski tempat tinggalnya  jauh dari perkampungan padat penduduk, namun untuk menjangkaunya   tidak begitu sulit. Tepat dipinggir jalan,  terlihat spanduk besar terbentang bertuliskan Ponpes  Baitul Qurro Wal Huffaz .  Ponpes tersebut ternyata dikelola Lalu Muhibban Alhafiz, ayah dan orang tua Hafiz.

Dari jalan raya,   kurang lebih satu kilometer masuk kedalam untuk sampai ke rumah Hafiz. Melewati jalan berdebu dan bertanah dikelilingi persawahan. Dari jauh terlihat jelas bangunan ponpes berdiri tegak. Lebih mendekat, di area ponpes masih terlihat aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung.

Begitu memasuki salah satu ruangan sekolah, koran ini langsung disapa oleh sejumlah pria dengan senyum dan penuh ramah tamah.

‘’ Mari masuk, kok baru sekarang datang?,” sapa salah seorang pria yang mengenakan   kemeja dibalut peci hitam di kepala.

Pria itu, ternyata ayah Hafiz, Lalu Muhibban Alhafiz.   Muhibban  langsung memanggil putra kebanggannya,  Hafiz yang saat itu  masih sedang belajar. Tak lama Hafiz datang dan duduk di samping ayahnya.‘’ Biar saya yang sampaikan, perjalanan dan pretasi anak saya menjadi juara MHQ Asia –Pasifik,” ucapnya  Kamis kemarin (2/6).

Dikatakan, prestasi yang ditoreh Hafiz saat ini  semuanya  melalui proses yang panjang. Dibalik kesuksesan anaknya, tak lepas dari perjuangan dan didikan yang telah diberikan ibunya termasuk ia sendiri. Prinsip  yang diterapkan di keluarganya, sosok ibu merupakan madrasah pertama bagi semua anaknya. Kegemaran ibunya yang membaca Alqur'an terus ditularkan ke setiap anaknya termasuk Hafiz. Bahkan Hafiz,  sejak masih umur belia  sudah mulai diperkenalkan membaca dan menghafal Alqur'an.

‘’ Di keluarga saya, ibunya madrasah pertama. Kegemaran membaca Alqur'an terus ditularkan, sehinggga beginilah jadinya,” tutur Muhibban.

Ternyata keluarga besar Hafiz ini semuanya penghafal Alqur'an. Termasuk sang ayah. Bahkan kakak Hafiz  kini sudah mampu menghafal Alqur'an sampai 30 juz. Namun dalam diri Hafiz lanjutnya, tersimpan potensi yang luar biasa sejak masih usai belia. Melihat potensi anaknya ini, ia  dan istrinya terus mendorong Hafiz meningkatkan hafalan Alqur'an dengan bimbingannya dan istrinya.

Potensi Hafiz semakian terlihat ketika masuk SD. Menginjak kelas 3 SD, Hafiz sudah mampu menghafal 7  juz Alqur'an lengkap dengan nomor ayatnya. Bahkan ia sendiri  mampu dikalahkan Hafiz. Sejumlah hal yang tidak ia ketahui dan dipahami, malah diketahui oleh Hafiz.

Agar Hafiz terus termotivasi menambah hafalan Alqur'an, ia pun selalu memberikan reward. Jika dalam seminggu bisa menghafal satu juz, Hafiz diberikan hadiah uang Rp 1 juta ‘’ Seminggu bisa hafal satu juz, langsung saya transferkan dia uang. Itu sebagai bentuk motivasi bagi anak,” ucapnya.

Saat Hafiz kelas III SD, dia kemudian dibawa  ke Jakarta untuk belajar di salah satu ponpes disana.  Setahun di Jakarta, Hafiz  terus diberikan bimbingan. Selama menempuh pendidikan di Jakarta, sejumlah prestasi ditorehkan Hafiz. Diantaranya, keluar sebagai juara pada lomba MTQ se- Jabotabek, yang digelar Pemprov DKI. Penampilan Hafiz di MTQ tersebut mampu memikat hati salah seorang juri asal Mesir. ‘’ Bahkan sebelum pengumuman, juri pun kagum dan mengatakan dia yang pantas menjadi juara,” sebutnya.

BACA JUGA :  Naja, Siswa Inklusi yang Hafal Alquran 30 Juz

Setahun belajar di salah satu ponpes di Jakarta, Hafiz  kemudian pulang dan mengennyam pendidikan di ponpes yang dikelola ayahnya itu.  Disanalah Hafiz terus dikembangkan kemampuannya hafalan Alqur'an. Berbagai lomba tahfiz di tingkat kebupaten maupun provinsi, Hafiz selalu keluar sebagai pemenang. Terkahir Hafiz kembali keluar sebagai juara di  Lomba TPQ Ponpes se-Indonesia. Saat itu Hafiz mewakili ponpes yang dikelola ayahnya.

Dari prestasi itu,  Hafiz kembali terpilih mewakili Indonesia di MHQ 10 juz Asia-Pasifik yang diikuti 45 negara. Hasilnya Hafiz  berhasil  keluar sebagai juara satu.‘’ Prestasi ini sangat membanggakan, bagi saya, Lotim,  NTB  dan Indonesia. Ini prestasi yang luar biasa,” akunya.

Prestasi yang ditoreh Hafiz di  MHQ Asia-Pasifik ini, membuatnya kebanjiran pujian, termasuk dari Presiden RI Jokowi.   Bahkan secara khusus dirinya diundang langsung oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla ke istana. Ucapan selamat juga datang dari pejabat dan tokoh penting di negara ini, seperti tokoh politik  Zulkifli Hasan, Ustadz Yusuf Mansur dan sejumlah pejabat dan tokoh penting nasional lainnya. ‘’ Sampai Ustadz Mansur bilang, kecil-kecil bisa masuk istana wakil presiden,” sebutnya.

Yang lebih membanggakan lagi, Hafiz secara khusus mendapat undang  langsung dari raja Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah haji secera gratis.  Namun karena usia Hafiz yang masih belia, sehingga undangan naik haji gratis itu diserahkan ke dirinya.

‘’ Bahkan saat diundang kedutaan Saudi, dia dijanjikan hadiah jika bisa menghafal 30 juz Alqur'an,'' tambahnya.

Pujian tidak sampai disitu, sepulanganya ke NTB, Hafiz disambut bak raja. Secara khusus  dia diudang oleh Gubernur NTB TGH Zainul Majdi. Ucapan selamat tak henti-hentinya diberikan pejabat di pemprov saat itu. ‘’ Yang bangga itu bukan saya saja tapi se -Indonesia,” paparnya.

Ucapan selamat juga datang dari pejabat di Lotim. Secara khusus Hafiz langsung diundang oleh Wakil Bupati H Haerul Warisin . Melihat kemampuan Hafiz, Wakil Bupati lanjutnya sampai terharu dan meneteskan air mata ‘’ Sampai menangis Pak Wakil Bupati mendengar di baca Quran,” katanya.

Dia berharap, pemerintan   memberikan perhatian penuh terhadap anak-anak seperti Hafiz ini. Potensi anak NTB tak kalah saing dengan negara luar. Tinggal bagimana sekarang pemerintah daerah bisa terus menggaungkan tahfiz ini, sehingga kedepan muncul Hafiz yang lain ‘’ Saya minta supaya prestasi tahfiz di NTB terus digaungkan,” pintanya.

Prestasi ini tidak sampai disini. Kini Hafiz kembali akan menghadapi MTQ tingkat nasional yang sebentar lagi akan digelar di Kota Mataram. Sebagai orang tua, ia terus berjuanga untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya. Apalahi sang anak kelak, bercita-cita bisa menjadi iman besar Masjid Nabawi.  Bukan hanya itu, keberadaan ponpes yang dibangun dan dikelolannya, akan dimanfaatkan untuk mencetak anak yang berprestasi dan penghafal Alqur'an.‘’ Alhamdulilan, setelah Hafiz menjadi juara, ponpes kami kini kebanjiran siswa. Bahkan terpaksa kami tutup pendaftaran. Siswa yang kita didik disini semuan kita gratiskan, sekolah. Inilah kekuasaan Allah, mesi ponpes tidak pernah dibantu pemerintah namun kita bisa memberikan mereka gratis sekolah dan tanggung mereka makan. Bahkan pembangunan ponpes semakin maju,” pungkasnya.

Sementara Muhammad Ali, guru  Hafiz mengaku, sosok Hafiz punya keitimewah. Kemampaunnya tidak hanya dalam Tahfiz Alqur'an. Namun disemua disiplin ilmu lainnya, Hafiz selalu unggul. Bahkan sejak SD sampai SMP, Hafiz selalu meraih juara ‘’ Disegala bidang ia melebihi kawan-kawanya. Bahkan nilainnya tidak pernah  8 malinkan 9 dan 10,” bangganya. (lie)