Lahan Sirkuit MotoGP Ditargetkan Tuntas Bulan Ini

AKBP Awan Hariono (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)
AKBP Awan Hariono (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Penyelesaian lahan lokasi pembangunan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tinggal selangkah lagi. Wadir Reskrimum Polda NTB, AKBP Awan Hariono mengatakan bahwa untuk tanah yang enclave itu sudah tidak ada permasalahan lagi.

“Sudah clear, sudah ada penetapan lokasi. Sudah ada di SK dari bupati. Tinggal menunggu pembayaran dari ITDC ke Pengadilan. Dari pengadilan menyerahkannya ke warga. Targetnya Akhir Agustus sudah selesai,” ungkapnya, Sabtu (8/8).

Untuk tanah yang sudah enclape, Awan menyebut ada 42 lahan. Terkait berapa luasnya secara keseluruhan, ia tidak bersedia menyebutkannya secara detail. Begitu juga untuk nilai yang akan dibayarkan. “Saya belum monitor,” ucapnya.

Tinggal kini yang masih menjadi permasalahannya  yaitu adanya tanah klaim. Dimana ada tanah klaim itu ada di 12 titik. Itu yang kemudian membuat pihaknya sedikit repot. Sebab, warga yang mengklaim ini tidak memilik alas hak yang kuat.

Untuk menyelesaikan persoalan ini kata Awan, dibutuhkan komunikasi yang intens guna memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Kita dorong mereka menempuh jalur hukum yaitu melakukan gugatan perdata ke Pengadilan,” paparnya.

Warga kata perwira melati dua yang juga sebagai ketua tim percepatan penyelesaian lahan ini mengatakan bahwa warga tidak bisa sebatas klaim saja. Jika memang memiliki bukti kepemilikan tanah, ia menganjurkan agar itu diajukan ke pengadilan. Nanti pengadilan yang akan memutuskan apakah benar itu lahannya atau tidak.

“Kalau nanti ITDC kalah, ITDC pasti bayar kok. Negara kita negara hukum. Tidak mungkin negara akan mengkhianati warganya,” jelasnya.

Jangan sampai kata Awan permasalahan ini berlarut-larut hingga menghambat proses pembangunan Sirkuit MotoGP yang menjadi kebanggan masyarakat Indonesia, khususnya NTB.

Masyarakat juga diharapkan punya kesadaran, bahwa jika proyek ini lancar, maka dampaknya juga akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. “Masyarakat harus membantu agar proyek ini cepat selesai. Jangan maian hadang-menghadang,” pesannya. (der)