Lagi, Pot Bunga Bypass jadi Sasaran Vandalisme

VANDALISME: Aksi perusakan (vandalisme) sejumlah pot bunga di Jalan Lingkar Kota Mataram kembali terulang, dan hingga kini pelakunya belum diketahui. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM—Aksi perusakan (vandalisme) sejumlah pot bunga di sekitar Jalan Lingkar kembali terulang. Kejadian yang diprediksi terjadi Senin malam (24/5), viral di media sosial. Aksi perusakan tersebut tak pelak dikecam habis oleh masyarakat.

Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana tak urung mengomentari aksi vandalisme ini. Mohan tidak hanya mengecam aksi tangan-tangan jahil tersebut. Bahkan saking kecewanya, Mohan mengutuk perusakan sejumlah pot bunga di Jalan Lingkar itu. “Saya mengecam dan mengutuk aksi vandalisme ini. Ini juga sudah keterlaluan,” ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Mataram, kemarin (25/8).

Kekecewaan Mohan ini bukan tanpa alasan. Karena perusakan ini sudah beberapa kali terjadi. Kejadian serupa terjadi bulan Oktober tahun lalu, dan kini kembali terulang. Ketua DPD II Partai Golkar Mataram ini pun mempertanyakan motivasi pelaku merusak pot bunga di Jalan Lingkar. “Ini motivasinya apa? Kalau sekedar iseng, saya pikir tidak. Pasti ada motifnya orang ini merusak. Lalu pot bunga lagi yang disasar,” katanya.

Dari catatan koran ini. Aksi pengrusakan pot bunga sudah tiga kali terjadi. Pertama, merusak pot bungan di Jalan Lingkar. Lalu juga sempat merusak pot bunga di Jalan Udayana. Mohan menduga, dari rentetan kejadian tersebut dengan pelaku yang sama.

“Ini sudah benar-benar keterlaluan. Jangan-jangan ini pelakunya sama. Kalau dia (pelaku) merasa tidak nyaman atau tidak suka. Ya dia bisa sampaikan, kan ada ruang kalau memang ingin memberikan saran. Mungkin juga dia ingin menyampaikan protes. Tapi jangan berbuat vandal begini,” ungkapnya.

Dengan perusakan yang kembali terulang, Mohan memahami dan memaklumi jika masyarakat juga kecewa dengan kejadian terulang ini. “Siapapun warga kota saya pikir akan mengutuk aksi seperti ini. Ini kan barangnya diam dan bagus untuk estetika yang ada di sana. Koq dia rusak terus seenaknya saja,” terangnya.

Tentang wacana perlunya CCTV dipasang di daerah tersebut, Waki Wali Kota dua periode ini menyampaikan keberadaan CCTV memang perlu. Tapi fungsinya tidak hanya untuk mengawasi aksi perusakan. “Karena di situ mobilisasi masyarakat juga cukup tinggi. Kegunaan CCTV bukan hanya untuk itu,” katanya.

Aksi vandalisme ini sangat wajar membuat banyak kalangan geregetan. Terlebih motivasinya juga belum diketahui. Mohan meminta dinas perumahan dan kawasan permukiman (Perkim) yang menangani estetika kota. Untuk segera melapor ke kepolisian. Tujuannya agar pelaku beserta motivnya bisa diketahui. Sehingga kedepannya kejadian serupa tidak lagi terulang. Kota Mataram harus bersih dan aman dari aksi vandalisme.

“Saya pikir harus begitu. Saya minta dinas terkait harus melapor. Kejadian pertama mungkin kita bisa tolelir lah. Kita bisa maafkan, tapi yang sekarang sudah keterlaluan. Sudah diganti potnya dirusak lagi. Besok kalau kita ganti jangan-jangan dirusak lagi. Laporkan itu supaya ada efek jera. Harus diusut ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim, H Kemal Islam saat dikonfirmasi belum juga memberikan keterangan. Sedangkan di media sosial riuh dengan kecaman terhadap aksi vandalisme ini. Perusakan menurut warga, tidak seharusnya dilakukan. Apalagi terhadap ornamen yang memperindah kota. “Kayak tidak ada kerjaan saja merusak pot,” kata Ali, salah seorang warga masyarakat. (gal)