Lagi, Polisi Lumpuhkan Enam Begal

Alasan Mobil Mogok, Embat Motor Korban

BEgal
BEGAL : Polisi menunjukkan barang bukti yang digunakan saat pelaku menjalankan aski pembegalan di wilayah Lombok Timur kemarin. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG – Tim gabungan Polres Lombok Timur menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Dusun Montong Wasi Desa Keruak Kecamatan Keruak Lombok Timur.

Tiga pelaku yang ditangkap masing-masing Af (25 tahun) dan RI (15 tahun) warga Keruak, dan SL (25 tahun) warga Jerowaru. Ketiganya ditangkap di wilayah Desa Penendem Kecamatan Jerowaru, 26 Desember sekitar pukul 23.30 Wita. “Pada saat dilakukan penangkapan, dua pelaku, Af dan SL sempat melakukan perlawanan, sehingga diambil tindakan tegas dengan memberikan tembakan lurus ke betis kanan pelaku,” kata Kasat Reskrim Lombok Timur AKP I Made Yogi Purusa, Kamis (27/12).

Ia menjelaskan dalam menjalankan aksinya pelaku mengincar sepeda motor korban yang terparkir di parkiran kantor BRI Unit Sakra. Pelaku terekam CCTV pada saat mengambil sepeda motor. Af berperan merusak kontak dengan menggunakan kunci T. Sementara SL berperan mengawasi keadaan sekitar.” Setelah selesai menjalankan aksinya, pelaku menjual motor ke wilayah Beleke Lombok Tengah dengan harga Rp 1,5 juta,” katanya.

BACA JUGA: Berulang Kali Beraksi, Begal Sadis Dihadiahi Peluru

Selain menjalankan aksiya di parkiran BRI, pelaku SL kemudiaan bersama tiga rekannya berinisial RI, EH dan S melakukan pencurian dengan kekerasan (Begal). Dimana pada saat itu korban bernama Abdul Khalik tengah mengendarai sepeda motor. Pelaku SL menyetop korban dengan menodongkan pisau ke perut korban.” Untuk pelaku yang ini sudah kita tangkap semua, dan satu diantaranya masih di bawah umur,” katanya.

Tim juga menangkap pelaku penipuan lintas provinsi. Pelaku ini berinisial AS (24 tahun) warga Selong, RS (21 tahun) warga Sandubaya Kota Mataram, serta satu yang berperan sebagai penadah, BP (32 tahun) warga Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

BACA JUGA: Komplotan Begal Sadis Berhasil dilumpuhkan

Dalam menjalankan aksinya, AS dan RS menghentikan korban dengan alasan minta tolong karena mobil mogok. AS yang berperan menghentikan korban kemudian memberikan motor ke temannya RS untuk membeli bensin. Sambil menunggu RS kembali membeli bensin dan busi, pelaku kemudian meminta korban mendorong mobilnya. Kemudian pada saat itu, pelaku kemudian menghidupkan mobilnya dan meninggalkan pemilik motor. Pelaku akhirnya ditangkap di wilayah Turida Kota Mataram. Karena melakukan perlawanan ketiga pelaku terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas.” Jadi total yang kita amankan dengan kasus yang berbeda sebanyak enam tersangka. Semua tersangka ini merupakan resedivis,” tandasnya.(wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut