Lagi, Dua Pedagang Pasar Mandalika Reaktif

RAPID TEST: Tim Gugus Tugas Covid-19 melaksanakan rapid test massal kepada para jamaah salat tarawih di Masjid Syamsul Huda Babakan, Senin malam (11/5).( ALI/RADAR LOMBOK)
RAPID TEST: Tim Gugus Tugas Covid-19 melaksanakan rapid test massal kepada para jamaah salat tarawih di Masjid Syamsul Huda Babakan, Senin malam (11/5).( ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Dua lagi pedagang Pasar Mandalika dinyatakan reaktif setelah mengikuti Rapid Diagnostic Tes (RDT). Keduanya mengikuti rapid test setelah melaksanakan ibadah salat tarawih di Masjid Syamsul Huda, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, Senin malam (11/5).

Hasilnya, dua orang perempuan yang kesehariannya berdagang di Pasar Mandalika dinyatakan reaktif. Dengan demikian, ada empat orang pedagang di Pasar Mandalika dinyatakan reaktif. Dua orang sebelumnya juga dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test di Pasar Mandalika. “Iya ada dua orang dinyatakan reaktif saat rapid test disalah satu masjid di Babakan. Rapid test dilaksanakan setelah salat tarawih,” ujar Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh di Mataram, kemarin (12/5).

Menyusul empat orang yang sudah dinyatakan reaktif, Wali kota kembali diingatkan tentang opsi penutupan pasar yang sudah diwacanakan.  Menurutnya masih terlalu dini untuk diputuskan. “Ini kan masih reaktif. Masih akan di-swab dulu. Sesuai protokol juga masih akan ditracing. Baik dikeluarganya maupun tempat kerjanya. Itu akan ditracing dan di-rapid tes. Kalau untuk penutupan masih belum,’’ terangnya.

Ia memastikan rapid test masih akan dilaksanakan dibeberapa tempat ibadah. Sekaligus juga sebagai ajang sosialisasi tentang surat edaran yang diberlakukan pemerintah. “Masih kita lanjutkan. Jadwalnya sudah ada. Terutama di masjid-masjid yang tingkat aktivitas ibadahnya masih padat. Sekaligus juga kita sosialisasi untuk bagaimana warga mematuhi protokol covid-19,” terangnya.

Kemudian tentang informasi rapid tes di sejumlah masjid yang diduga bocor. Sehingga tidak cukup banyak warga yang melaksanakan salat tarawih. Ahyar mengatakan, tujuan sebenarnya rapid tes adalah untuk sosialisasi. “Ya ada memang masjid-masjid yang tetap melaksanakan tarawih. Tapi peserta jamaah tarawihnya juga sedikit. Yang jelas mereka juga tidak mengizinkan orang luar untuk ikut tarawih di sana,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr H Usman Hadi juga membenarkan, dari 6 masjid yang sudah di-rapid tes. Dua jamaah dari Masjid Syamsul Huda Babakan yang hasilnya dinyatakan reaktif. Sementara masjid lainnya tidak ada yang reaktif. “Kita melaksanakan rapid tes bersama tim gabungan. Itu di 6 kecamatan. Dari semua itu. Kecuali di Babakan ada dua orang reaktif,” katanya.

Sementara rapid tes di masjid lainnya. Tidak ada yang reaktif. Setelah dinyatakan reaktif. Ada dua tindakan yang disiapkan petugas. Pertama dilakukan isolasi melalui tindakan kesehatan. Kemudian juga melaksanakan swab terhadap yang bersangkutan. “Ini nanti tindakan yang akan kita lakukan,” ungkapnya.

Usman menjelaskan, sudah empat orang pedagang di Pasar Mandalika yang positif. Sebelumnya rapid tes dilaksanakan di Pasar Mandalika. Dari 23 orang yang mengikuti rapid tes. Dua orang yang dinyatakan reaktif. “Rapid test di Pasar Mandalika juga dua orang yang reaktif,” jelasnya. (gal)