Lagi, Dua Bocah SD Jadi Korban Pencabulan

Korban Adalah Anak Tiri dan Keponakan Pelaku

PENCABULAN
BEJAT : inilah Syamsul, tersangka pelaku pencabulan dua bocah SD yang merupakan anak tiri dan keponakannya. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG – Kasus pencabulan dengan korban pelajar kembali terjadi di wilayah hukum Lombok Timur. Kali ini korbannya dua bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Pelaku adalah Lalu Syamsul Hakim (33 tahun) dan MH (13 tahun), keduanya warga Desa Wanasaba Lauk Kecamatan Wanasaba Lombok Timur. Kini keduanya mendekam di balik jeruji besi setelah dilaporkan melakukan tindakan tidak terpuji kepada korban.

Tidak tanggung-tanggung, kedua korban adalah anak tiri dan keponakan pelaku Syamsul. Keduanya adalah MA yang masih duduk di bangku kelas 5 SD, dan IJ, umur 9 tahun, juga masih sekolah. Syamsul mengakui perbuatannya. “Jadi dua korban saya, yang satu anak tiri saya, dan satu keponakan saya sendiri,” kata pelaku saat di temui Radar Lombok di ruang Unit PPA Polres Lombok Timur, Senin (10/06).

Pelaku mengaku nekat melakukan perbuatan bejat lantaran terobsesi dengan perkataan temannya bahwa berhubungan badan dengan seorang perawan itu sangat nikmat. Ia juga baru selesai nonton film porno. Masih dalam suasana dirasuki setan, ia mencari korban yakni anak tirinya dan keponakannya.”Pertama kali saya mengajak keponakan saya melakukan itu di kebun, tetapi pada saat saya mencobanya, kelamin saya tidak bisa masuk,” katanya dengan polos yang didamping dengan pelaku kedua, MH.

BACA JUGA: Gegara Dibangunkan Shalat, Anak Tega Bunuh Bapak

Karena tidak bisa, pelaku kemudian mendekati korban kedua yakni anak tirinya. Yang ini juga gagal. Sehingga ia meminta pelaku kedua yang diketahui masih duduk di bangku SMP swasta di Lombok Timur untuk melakukan hal yang sama.”Saya meminta pelaku kedua mencobanya, karena dia lebih kecil, tetapi pada saat dia mencobanya, juga tetap tidak bisa,” katanya.

Pelaku sendiri sudah memiliki istri, menikah lima tahun lalu. Dari pernikahannya ini ia dikaruniai anak satu orang perempuan. Kepada penyidik ia mengaku nekat melakukan perbuatan bejat karena penasaran bagaimana nikmatnya “bergaul”dengan perawan. Saat menikah dulu, istrinya berstatus janda anak satu. “ Saya ingin merasakan perawan, kalau niat yang lain tidak ada, dan itu saya lakukan sebelum puasa,” ujarnya.

Sementara itu pelaku MH yang masih berusia 13 tahun mengaku melakukan itu karena dipaksa Syamsul. “ Saya terpaksa karena diancam Syamsul,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Yogi Purusa Utama membenarkan pelaku sudah ditahan. Polres menerima pelimpahan kasus dari Polsek Wanasaba. “ Pelaku kita amankan di rumahnya. Pelaku sendiri sudah mengakui perbuatannya,” singkatnya.(wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid