Laga Perdana, Ferdi Ramadhan Tumbang di Ajang Djarum Sirkuit Nasional

Ajang Djarum Sirkuit Nasional
KEOK: Pebulutangkis, Ferdi Ramadhan gagal melaju ke babak kedua di ajang Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li-Ning Open 2017 Ketegori Remaja. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Pebulutangkis, Ferdi Ramadhan gagal melaju ke babak kedua di ajang Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li-Ning Open 2017 Kategori Remaja di Sport Hall Gelanggang Olahraga (GOR) 17 Desember, Selasa kemarin (31/10)

BACA JUGA :  Sentralisasi Pelatda Bunuh Kreativitas Cabor

Pebulutangkis asal klub Rudy Mataram ini gagal tampil di babak kedua setelah ditundukkan oleh pebulutangkis asal klub Candra Wijaya Badminton Club (CWIBC), Jason Rivaldo Sutrisno. Keduanya bermain dengan skor  menyakinkan 13-21 dan 9-21 dalam waktu 18 menit.

Ferdi sebenarnya sempat memberikan perlawanan kepada Jason di babak pertama. Namun jika dilihat dari tinggi Jason jauh dibandingkan dengan Ferdi sehingga tidak butuh lama mengalahkannya.

Penampilan Ferdi  seolah sudah terbaca oleh Jason. Beberapa kali percobaan serangan yang dilancarkan oleh Ferdi  pun tak mampu menembus pertahanan Jason. Terbukti, serangan-serangan yang dilancarkan Ferdi dengan tenang mampu ditepis.

Sedangkan Jason terus mendapatkan poin di laga ini. Karena kesalahan dari tuan rumah yang selalu membuat smash tapi tidak masuk.

Setelah usai pertandingan,  pihaknya mengakui keunggulan lawan. Jika dilihat dari penempatan bola dan dari serangan yang dilancarkan.

‘’Ini pengalaman yang berharga meskipun saya kalah dan ini menjadi cambuk agar terus latihan,’’ ungkap Ferdi.

Ditanya dengan kekalahan tersebut pihaknya memang mengaku kecewa karena supporter yang memberikan dukungan moril namun tidak bisa mengalahkan musuhnya di ajang ini. “Tentunya saya kecewa dengan hasil ini, karena sebelumnya saya menargetkan ingin lolos ke babak semfinal,” ucapnya.

Meskipun demikian, pihaknya mengaku, dirinya tak akan larut terlalu lama menyesali kekalahan kali ini. Dia berjanji akan terus berlatih hingga bisa mendapatkan hasil yang memuaskan di turnamen berikutnya yang bakal ia hadapi.

Sementara pelatih CWBIC Tangsel, Gesti Prayitno mengatakan, usia pertandingan anak asuhnya sukses mengalahkan tuan rumah. Meskipun mengalahkan tuan rumah namun dianggap musuh yang dihadapi belum memadai sehingga permainan anak asuhnya belum kelihatan.

“Jason Rivaldo Sutrisno belum menemukan musuhnya yang benar-benar sepadaan dan terbukti saya nilai permainan yang tadi Jason belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya,’’ akunya.

BACA JUGA :  Dispora dan KONI NTB Gelar Silaturrahmi

Meskipun demikian, pihaknya bangga dengan anak asuhnya karena berhasil mengalahkan tuan rumah dengan mudah. ‘’Belum berjalan sesungguhnya permainan Jason karena musuhnya masih jauh dari harapan bisa mengimbangi anak asuhnya,’’ tutupnya. (cr-adi)