Kyai Zul Gencar Turun Silaturahmi

KH Zulkifli Muhadli

MATARAM—Bakal calon gubernur NTB, KH Zulkifli Muhadli, memastikan saat ini dirinya gencar turun bersilaturahmi dan bertatap muka dengan masyarakat.

"Saya fokus bersilaturahmi dan bertemu masyarakat," kata mantan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (1/3).

Dikatakan, kehadiran dirinya bersilaturahmi dan bertatap muka dengan masyarakat tidak terlepas ada undangan dan permintaan dari berbagai masyarakat. Karena itu, tidak ada alasan bagi dirinya untuk memenuhi undangan silaturahmi dan tatap muka tersebut.

"Tentu dong sudah kewajiban saya memenuhi undangan itu," ungkapnya.

Selain itu, tujuan memenuhi dan menghadiri undangan silaturahmi dan tatap muka dengan masyarakat untuk mengetahui lebih dekat apa menjadi aspirasi dan harapan masyarakat NTB kedepan. Sehingga dirinya harus selalu berada dan dekat di tengah-tengah masyarakat.

[postingan number=3 tag=”politik”]

Kyai Zul tak menampik dirinya lebih memilih disibukkan dengan bersilaturahmi dan berada di tengah-tengah masyarakat ketimbang disibukkan dengan urusan lobi-lobi politik ditingkat elit parpol untuk memperoleh dukungan parpol.

Ia memastikan memilih maju melalui jalur independen ketimbang melalui jalur parpol. "Dari pada sibuk lobi sana-sini, lebih baik kita di masyarakat," imbuhnya.

Pengamat politik NTB, Agus MSi mengatakan, banyak baliho dan spanduk tidak menjadi jaminan bisa menggaet hati pemilih. Namun menurutnya, bertemu dan menyapa masyarakat secara langsung merupakan salah satu kunci dalam meraih simpati publik.

Dengan menyapa dan bertemu langsung, publik biasa berdialog, berdiskusi dan menyampaikan berbagai hal terkait aspirasi dan harapan tersebut. Dengan demikian, ia berusaha meyakinkan kalau simpati masyarakat akan muncul jika pemimpin atau calon pemimpin mendatangi mereka.

Menurutnya, mengajak dialog langsung masyarakat sama halnya dengan melibatkan masyarakat dalam mengambil sebuah keputusan. Sehingga apapun yang diambil pemimpin maka tidak akan mendapat perlawanan dari masyarakat. Sebaliknya, pemimpin akan didukung karena sebelum keputusan diambil masyarakat sudah diajak bicara.

"Publik atau pemilih dijadikan sumber penting dalam mengambil keputusan," ujar mantan anggota komisioner KPU Provinsi NTB itu.

Dia berpendapat, adapun spanduk dan baliho yang saat ini bertebaran, lanjut, jika dibaca dari kacamata komunikasi politik ada dua pesan yang ingin disampaikan calon. Pertama, niatan calon untuk maju di pilgub kepada parpol. Kedua, calon menyampaikan informasi kepada masyarakat pemilih.

Dalam prosesnya, akan ada dua kemungkinan respons parpol dan pemilih kepada bakal calon tersebut. Layak atau tidak bakal calon tersebut dilirik dan dicalonkan partai. Demikian juga respons masyarakat bisa positif dan negatif.

"Meski demikian tak sedikit publik merespons positif keberadaan spanduk dan baliho. Karena menjadi pertimbangan masyarakat memilih calon pemimpin NTB ke depan," pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid