Kursi Oknum Pejabat Kemenag Disembelihkan Ayam

KEMBALIKAN: Belasan pewakilan LSM dan Ormas KLU menyembelih ayam dekat kursi mantan oknum pejabat Kemenag KLU, SA, sebagai simbolis membuang sial di kursi jabatan tersebut, Kamis (8/9).

TANJUNG-Belasan pewakilan LSM dan Ormas mengembalikan kursi jabatan SA (inisial), mantan oknum pejabat Kementerian Agama KLU, Kamis (8/9).

Pengembalian ini disertai penyembelihan ayam dekat kursi sebagai simbolis membuang sial di kursi jabatan tersebut. Kursi itu kemudian diterima jajaran Kemenag KLU. SA diketahui dilaporkan ke Polsek Tanjung atas dugaan melakukan penghinaan dan pelecehan harkat martabat masyarakat KLU melalui media sosial facebook (FB) Senin (29/8).

Kemudian pada Selasa (30/8), SA didemo ke Kantor Kemenag KLU. Saat itu, kursi jabatan SA diambil sebagai simbolis SA dikeluarkan sekaligus mendesak SA segera dikeluarkan dari Kemenag KLU. Kursi itu pun dititipkan di Polres Persiapan KLU dan segera dikembalikan setelah SA benar-benar diberhentikan. Selanjutnya, pada Kamis (1/9), massa pun kembali melakukan demo ke Kemenag NTB agar SA segera dikeluarkan dari Kemenag KLU. “Dan Alhamdulillah apa yang kita sudah upayakan, dikabulkan, SA dikeluarkan dari Kemenag KLU, dan kami pun mengembalikan kursi. Penyembelihan ayam tadi sebagai simbolis membuang sial di kursi itu,” ujar tokoh masayarakat KLU, Burhan M. Nur, yang juga ikut pada aksi pengembalian kursi jabatan SA, kemarin, sembari menunjukkan surat pemberhentian SA.

Seperti diketahui, berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kemenag NTB Nomor: 495/Kw.19.1/2/Kp.01.2/08/2016 tentang Pemberhentian dari Jabatan Struktural,terhitung mulai 29 Agustus 2016, SA diberhentikan dari jabatan Kepala Tata Usaha Kantor Kemenag KLU. SA dipindahkan menjadi pengembang petugas haji seksi penyelenggara haji dan umroh Kantor Kemenag Kota Mataram.

Lebih lanjut Mantan Wakil Ketua DPRD KLU ini menerangkan, selain melakukan pengembalian, pihaknya juga membawa beberapa pesan moral ke Kemenag KLU. Di antaranya, tidak boleh ada lagi perbuatan seperti apa yang dilakukan SA. Kemudian silakan seluruh pejabat dan pegawai Kemenag KLU bekerja dengan baik, secara profesional dan proporsional serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan Pemerintah KLU. “Cukup yang kemarin itu menjadi pertama dan terakhir,” tandasnya. (zul)