Kurang Diperhatikan, Relawan Ali BD Pindah Haluan

Ali BD
Ali BD (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Relawan calon gubernur NTB, Ali Bin Dachlan, ramai-ramai menyeberang dan pindah haluan mendukung bakal calon gubernur lainnya.

“Saya rasa cukup sudah pengabdian kita kepada  Pak Ali BD. Dimana saya mengabdi dari sejak bersama Algaf hingga Alkhaer, dan saya orang yang sangat sayang dan loyal terhadap Pak Ali,” kata H Anwar Mussadat koordinator Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Minggu kemarin (20/8).

Alasan dirinya mengalihkan dukungan dari Ali BD yakni karena merasa tidak dihargai. Ini bermula ketika dirinya mengaku kerap silaturrahmi mendatangi Ali BD tapi tidak dihiraukan.

Dengan tidak dibutuhkannya menjadi timses, lanjutnya, para relawan Ali BD dibawah kendali pihaknya sepakat menolak mendukung sosok bupati Lotim tersebut di pilkada NTB.  “Sebenarnya Pak Ali orangnya baik. Namun saat ini, hati saya kurang berkenan untuk mengarahkan dukungan ke sana, dan ini sudah kita sepakati bersama beberepa korcam lainnnya untuk mendukung calon lain,” ujarnya.

Ia menegaskan, secara pribadi dukungan sudah dialihkan ke Sitti Rohmi Djalillah. Kepindahan dukungan terhadap Dr Hj Sitti Rohmi dikarenakan saat ini tim pemenangan Ali BD merupakan tim-tim yang handal dan solid.

“Mungkin karena itu kita tidak dibutuhkan,” tegasnya.

Ia menegaskan, selain dirinya yang sudah berpindah halauan ke pasangan calon lain, ada beberapa korcam lainnya yang berada di wilayah Lombok Timur seperti Korcam Montong Gading, Korcam Keruak dan lainnya sudah berpindah haluan. Alasannya, beberapa Korcam ini tidak mendapat perlakukan yang baik.

Sebelumnya, Korcam Keruak, Rosidi menyebutkan, selama Ali BD menjabat jadi bupati tidak sekalipun para Korcam diminta masukan maupun ditanya hal-hal menyangkut keluhan masyarakat. Padahal, sewaktu perekrutan dan pengukungan para tim ini, Ali BD menjanjikan jika para relawan tersebut akan digunakan sebagai “mata dan telinga” Ali BD soal keluhan dan kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.

“Tapi apa yang kami peroleh, bahkan saya pernah disuruh menunggu dari pagi hingga Magrib di Pendapa Bupati namun tidak ditemui akhirnya,” jelas Rosidi.

Karena itu, dengan pengalaman yang hampir sama diterima oleh masing-masing Korcam tersebut membuat Korcam Keruak tergerak secara moral menolak mendukung kembali Ali BD. “Menghargai relawannya saja tidak bisa,” tambah H Romli Korcam Kecamatan Montong Gading. (cr-wan)