Kunjungan Wisatawan ke Sekotong Sepi

sekotong
PERAHU WISATA: Tampak rombongan tamu atau wisatawan sedang menyeberang dengan perahu wisata ke Gili-Gili di sekitar Sekotong, Lombok Barat. (DOK/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG — Masa libur lebaran, ternyata tidak membuat kunjungan wisatawan ke kawasan objek-objek wisata di Sekotong, menjadi ramai. Bahkan tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan Sekotong mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Sepinya wisatawan itu juga dirasakan oleh para pemilik perahu di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong. Dimana dari penuturan pemilik perahu, kunjungan wisatawan ke sejumlah Gili di Kecamatan Sekotong masih minim pada musim libur sekolah dan libur setelah puasa, atau libur lebaran.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kecamatan Sekotong, Sahnil menegaskan, sampai saat ini, kunjungan wisatawan ke Sekotong masih sepi. “Kunjungan wisatawan masih sepi, jumlahnya turun drastis,” kata Sahnil saat dikonfirmasi, Kamis kemarin (13/6).

BACA JUGA: Ritual Unik Para Peziarah Makam Loang Baloq

Kalaupun ada tamu yang berkunjung ke Sekotong, maka itu kebanyakan adalah tamu lokal yang hanya datang ke pantai, tetapi tidak melakukan aktivitas menyeberang ke sejumlah Gili yang ada di Sekotong. Padahal pilihan tempat wisata ke sejumlah Gili di Sekotong sangat menarik untuk dikunjungi, ada Gili Nanggu, Gili Kedis, Gili Rengit, Gili Layar, Gili Sudak, dan beberapa Gili lainnya. “Tamu lokal rata-rata datang untuk menikmati pantai saja, dan hanya sedikit yang menyeberang,” tuturnya.

Untuk sekarang ini, lanjut Sahnil, geliat pariwisata di Sekotong sangat menurun. Mungkin ini pengaruh harga tiket pesawat yang mahal atau bagaimana, pihaknya juga tidak tahu penyebabnya. “Saya lihat tidak ada tamu dari luar daerah yang datang berlibur seperti tahun-tahun kemarin,” jelasnya.

Beberapa bulan terakhir ini, juga tidak terlihat ada bus-bus pariwisata ke Sekotong yang membawa tamu dari luar kota. Kalaupun ada bus yang dating, maka itu hanyalah membawa rombongan tamu lokal wilayah sekitar Lombok saja, yang datang liburan bersama keluarga, atau rombongan sekolah.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, setelah lebaran ini, biasa nya banyak tamu dari pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan yang datang berlibur. “Tetapi kalau sekarang boleh dikatakan tidak ada tamu dari luar yang datang,” ujarnya.

BACA JUGA: Jalan Wisata Labuhan Haji Belum Diperbaiki

Akibat sepinya pengunjung yang liburan ke Gili, maka pemilik perahu banyak yang menganggur, karena tidak ada penumpang. Padahal tarif per satu perahunya tidak mahal, berkisar antara Rp 250 ribu – Rp 400 ribu, dengan rute tiga Gili di Kawasan Sekotong. Dari data yang ada, di wilayah Sekotong Barat ada sekitar 200 armada perahu. Dari jumlah ini, ada sekitar sekitar 100 – 150 perahu yang  jalan mengangkut penumpang.

Jika dibandingkan dengan sebelumnya, semua perahu bisa jalan  dua sampai  tiga kali sehari, bolak-balik, akibat ramainya tamu. “Biasanya kalau tahun dulu, untuk satu perahu bisa bolak-balik dua sampai tiga kali sehari. Tapi sekarang banyak perahu yang tidak dapat giliran mengangkut penumpang, karena tamu sangat kurang,” ungkapnya.

Dengan kondisi ini, dia berharap kepada pemerintah untuk lebih getol lagi melakukan promosi pariwisata di Sekotong. Selain itu, ia juga berharap agar penataan pantai di kawasan Sekotong dilakukan lebih baik lagi, terutama lebih banyak untuk area public, agar wisatawan lebih nyaman berada di Sekotong.

“Kita minta promosi lebih digencarkan lagi, dan berharap juga penataan pantai-pantai yang di kapling ini bisa di buka, biar bisa jadi publik area. Karena tamu lokal yang datang mengeluhkan sulitnya akses tempat mereka duduk, karena kebanyakan pinggiran partai di tembok,” ucapnya. (ami)