Kunjungan Wisatawan ke Lombok Timur Masih Rendah

Dispar Akan Berdayakan Pokdarwis

Ilustrasi Wisata
Ilustrasi Wisata (dream.co.id)

SELONG—Jumlah kunjungan wisatawan, baik itu wisatawan nusantara (Wisnu), maupun wisatawan mancanegara (Wisman) ke Lombok Timur (Lotim) terbilang masih rendah. Hal tersebut dilihat dari data jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2017 lalu yang jumlahnya masih belum sepenuhnya mencapai target.

Untuk 2017 sendiri, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lotim ditargetkan sekitar 40 ribu. Dengan rincian untuk Wisnu ditargetkan sebanyak 25 ribu, sedangkan Wisman sebanyak 15 ribu.

Namun hingga akhir tahun, jumlah yang terealiasi hanya sebanyak 19.382 lebih kunjungan wisatawan, baik itu Wisnu dan Wisman. “Dari jumlah itu, kunjungan antara Wisman dan Wisnu jumlahnya hampir berimbang. Wisman sebanyak 9 ribu lebih, demikian Wisnu jumlahnya juga 9 ribu lebih,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim, Hasbi, Jum,at kemarin (9/3).

Dikatakan, dari 19.382 jumlah kunjungan wisatawan yang terealiasi di 2017  tersebut. Jumlah itu hanya sebagian dari data yang mereka terima. Masih banyak data kunjungan wisatawan tahun 2017 yang belum dilaporkan ke Dispar Lotim. Sehingga kalau semua data kunjungan wisatawan itu dilaporkan, maka bisa dipastikan jumlahnya bisa saja lebih 50 persen dari target yang ada.

“Yang menjadi masalah, karena data  itu belum semuanya bisa kita realisasikan. Itu disebabkan karena laporan dari bawah masih tercecer. Sebenarnya bukan tidak tercapai di 2017, tapi penyebabnya karena data itu yang tidak dilaporkan ke kabupaten,” kelitnya.

Karenanya, tahun 2018 ini, mereka akan berupaya untuk memberdayakan  perwakilan dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada di enam Satuan Kerja Wilayah (SKW) di Lotim. Setiap SKW itu natinya mereka akan bertanggung jawab di setiap Pokdarwis. “Masing-masing SKW itu nantinya menangani dua kecamatan, tiga kecamatan, hingga empat kecamatan,” sebut Hasbi.

Keberadaan Pokdarwis yang ada disemua desa ini nantinya diharapkan mereka bisa bekerjasama dengan pemerintah desa, termasuk dengan perusahaan yang bergelut di bidang wisata terkait dengan pendataan kunjungan wisatawan.

“Makanya mari kita bersama-sama dengan sebaik mungkin untuk kemajuan parawisata Lotim. Karena bagaimanapun kemajuan wisata itu akan dilihat dari jumlah kunjungan. Baik itu Wisman maupun Wisnu,” terang dia.

Sedangkan untuk 2018 ini lanjutnya, target kunjungan wisatawan, baik itu Wisman maupun Wisnu yaitu sebanyak 15  ribu. Meski targetnya terbilang menurun dari tahun sebelumnya, namun terpenting jumlah kunjungannya banyak. Jangan hanya targetnya yang besar, namun realiasinya masih kecil.

“Lebih baik target kecil, tapi realiasinya besar. Yang jelas, setiap capaian target tentu akan menjadi bahan evaluasi kita untuk seterusnya,” pungkas Hasbi. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut