Kumuh, Pasar Kebon Roek Butuh Penataan

KUMUH : Aktivitas pedagang di Pasar Kebon Roek kemarin. Pasar ini butuh penataan karena kondisinya yang masih kumuh dan semerawut (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM– Kondisi Pasar Kebon Roek yang berlokasi di simpang empat Ampenan menuju kawasan wisata Senggigi cukup memprihatikan. Padahal, pasar tradisional ini salah satu pasar tradisional tipe A yang menjadi rujukan semua pasar bahkan selalu ramai dikunjungi wisatawan terutama wisatawan asing.

Kepala pasar setempat, Mustakim, mnengakui pasar yang dipimpinnya butuh penataan. “Pasar Kebon Roek memiliki potensi dijadikan destinasi wisata,” katanya kepada Radar Lombok, Sabtu(21/1).

Banyak wisatawan yang datang berbelanja di pasar ini. Sayang kenyamanan turis berbelanja terganggu oleh kondisi pasar yang kumuh dan semerawut.

[postingan number=3 tag=”pasar”]

Mustakim meminta peran semua SKPD seperti Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk bersama-sama menuntaskan penataan pasar ini. Ia juga mengakui banyak keluhan pedagang, diantaranya masalah saluran yang mampet serta sampah yang masih berserakan.

Kemarin misalnya, sejumlah turis asing terlihat tengah berbelanja dan menawar sayur di pasar ini. Salah satu dari mereka, Jackon, menuturkan, selalu senang datang ke pasar tradisional. Namun pasar ini katanya, memang butuh penataan.  “Sayang kondisi pasar kumuh dan semerawut,” ungkapnya.

Menyikapi keluhan wisatawan tersebut, Mustakim mengakui selain membenahi kondisi kebersihan pasar, banyak masukan dari wisatawan. Salah satu program prioritas yakni  optimalisasi pendapatan. Program prioritas lainnya yakni pembenahan fisik. Dari data yang ada, di pasar ini terdapat 765 pedagang berjualan.(dir)