Melihat Kegiatan Eks Pecandu Narkoba selama Bulan Ramadan

"Mereka pernah berada dalam kubang kegelapan; sebagai pecandu Narkoba. Kini mereka dalam masa rehabilitasi. Mereka tidak lupa menjalankan sejumlah kegiatan sosial."

 


ZULFAHMI-MATARAM


 

Siang kemarin di sekretariat AKSI NTB, beberapa pecandu Narkoba yang sedang “disembuhkan” terlihat tengah memilah-milah pakaian bekas yang masih layak pakai. Pakaian ini dikumpulkan oleh pengurus AKSI NTB bersama para pasien. Saat datang, koran ini diterima oleh Haerul Marhanik, konselor di AKSI NTB yang sekaligus sebagai penanggungjawab kegiatan aksi sosial pengumpulan pakaian layak pakai.

Hanik, sapaan akrabnya, menjelaskan, kegiatan pengumpulan pakaian bekas ini hendak menegaskan bahwa mereka yang dianggap sebagai penyakit masyarakat karena sebagai pengguna Narkoba juga punya kepedulian sosial kepada sesama.” Kami ingin mengikis pandangan buruk terhadap para pengguna Narkoba,” ungkapnya.

Ini memang kegiatan kecil, namun setidaknya punya arti besar terutama bagi mereka yang membutuhkan. Buktinya, para pasien maupun pengurus di sekretariat ini mau menyumbangkan sebagian pakaian mereka untuk warga miskin. Secara khusus pakaian akan disalurkan ke warga di pesisir.

Para pasien dan mantan pecandu juga bekerja untuk masyarakat dengan bebrbagai cara yang lain. “ Kami sebarkan lewat Medsos juga siapa tahu ada yang berminat nyumbang,” ungkapnya.

Karena disosialisasikan lewat media sosial, akhirnya banyak juga yang tergugah untuk mau menyumbang. Warga pesisir sengaja disasar. Terutama karena buruknya cuaca akhir-akhir ini yang menyebabkan mereka tidak leluasa melaut dan mempengaruhi ekonomi mereka. Warga pesisir layak dibantu.

Hanik menambahkan, hari ini pihaknya melakukan survei lokasi yang nantinya akan menjadi sasaran sumbangan. Selain pakaian bekas, AKSI NTB juga akan menyumbang Sembako. Dana pembelian Sembako diambilkan dari dana saving AKSI NTB yang berasal dari para donatur.” Kalau kurang nanti kita berikan bingkisan,” ungkapnya.

Aksi pengumpulan pakaian bekas akan ditutup pada tanggal 25 Juni.(*)

BACA JUGA :  BKPRMI Mataram Siap Berantas Narkoba