Kuartal I Penjualan Otomotif Masih Lesu

BCA Finance
PAMERAN: BCA Finance bersama main dealer mobil di NTB, menggelar pameran otomotif selama dua bulan untuk mendongkrak penjualan di Mataram Mall, Rabu kemarin (26/4). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Kondisi perekonomian yang kurang menggembirakan pada kuartal I tahun 2017 berdampak terhadap penjualan kendaraan bermotor di NTB. Perekonomian yang kurang membangakan ini membuat sejumlah main dealer kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat masih bersikap “wait and see” (tunggu dan lihat).

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat bahwa pada kuartal I tahun 2017 kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat untuk kendaraan baru mencapai 21.176 unit kendaraan. Sementara jika dibandingkan dengan kuartal I tahun 2016 lalu, penjualan kendaraan baru baik roda empat maupun roda dua mencapai 26.768 unit.

“Kalau melihat data yang masuk kepada kami, memang penjualan kendaraan baru di NTB mengalami penurunan drastis lebi dari 5 ribu unit,” kata Kepala Bidang Pajak Daerah Bappenda Provinsi NTB, Muhammad Husni, Rabu kemarin (26/4).

Husni mengakui jika perekonomian global yang belum begitu membaik juga berdampak terhadap perekonomian di Provinsi NTB. Alhasil, penjualan kendaraan bermotor baru yang menjadi salah satu obyek pajak yang nilai cukup besar didapatkan untuk pendapatan asli daerah (PAD) juga mengalami penurunan di kuartal I tahun 2017 ini.

“Kami berharap tentunya di kuartal II hingga IV nanti kondisi perekonomian kembali mengeliat sehingga daya beli masyarakat juga ikut terkerek  meningkat,” harapnya.

Marketing Sub Dept Head Astra Motor Region NTB, Wendy Tenario mengaku jika penjualan sepeda motor Honda untuk berbagai type di Provinsi NTB pada kuartal I tahun 2017 ini mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan karena kondisi ekonomi yang belum membaik.

Kendati demikian, Wendy optimis di triwulan II perekonomian NTB akan kembali menggeliat,mengingat akan mulainya berjalan proyek pemerintah untuk infrastruktur, begitu juga dengan panen raya di sektor pertanian serta menggeliatnya sektor pariwisata di NTB. “Untuk kuartal I-2017 memang penjualan masih lesu, Tapi kami optimis di triwulan II akan kembali mengeliat penjualan,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Branc Manager Krida Toyota, Samsui Prawiro Hakki, bahwa jika dibandingkan dengan penjualan mobil Toyota untuk berbagai type pada tahun 2016 lalu, penjualan di kuartal I tahun 2017 ini sedikit mengalami penurunan. “Penjualan di awal tahun 2017 ini masih kurang membanggakan,” ujarnya.

Kendati demikian, Samsuri optimis penjualan di triwulan II akan mulai begerak naik. Terlebih lagi, mulai bergeraknya sektor pariwisata, pertanian dan juga mulainya eksport konsentrat dari PT AMNT. “Biasanya di awal tahun itu penjualan menurun. Untuk di triwulan II, kami optimis pasar kembali bergairah,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid