Kualitas Buruk, Warga Giling Ulang Raskin

Warga Giling Ulang Raskin
GILING ULANG : Warga penerima Rastra di Dusun Karang Bongkot Desa Karang Bongkot (Perampuan Timur) Kecamatan Labuapi terpaksa menggiling ulang beras bantuan ke mereka karena kualitasnya buruk (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Bulog NTB sudah mulai menyalurkan beras untuk warga miskin (Raskin) yang kini disebut beras pra sejahtera (Rastra) di Lombok Barat. Salah satunya di Dusun Karang Bongkot Desa Karang Bongkot (Perampuan Timur) Kecamatan Labuapi. Namun sangat disayangkan, kualitas beras yang diterima pekan lalu tersebut buruk. Banyak kotoran. Bahkan masih banyak terlihat bulir padi yang belum dipisahkan dari kulitnya.

Atas kejadian ini, warga yang masing-masing menerima jatah 15 kilogram memilih menggiling ulang beras tersebut agar lebih bersih dan layak dikonsumsi. “Ni kan lebih bersih,” ungkap Handa, ibu rumah tangga yang menggiling ulang berasnya, Sabtu lalu (29/4).

Untuk tempat penggilingan sendiri warga setempat tidak perlu repot. Banyak usaha penggilingan padi keliling dengan harga giling sekitar Rp 4 ribu per karung.

Seperti diketahui, apabila beras Rastra dianggap berkualitas buruk bisa dikembalikan lagi ke Bulog untuk ditukar dengan beras yang kualitasnya lebih baik lagi. “Jadi nanti per kilogram beras ditebus Rp 1.600,-. Kalau berasnya dianggap berkualitas buruk, bisa dikembalikan ke bulog. Nanti akan diganti,” ungkap Kepala Dinas Sosial Lobar drg. Ni Made Ambaryati belum lama ini.

Jatah beras Rastra untuk Lobar sendiri berkurang drastis pada 2017 dibandingkan 2016. Jika pada 2016 per bulan 1.062.645 kg, maka pada tahun 2017 per bulan hanya 1.004.940 kg. Sehingga total penurunan jatah beras rastra pada 2017 hampir 700 ton atau 692,46 ton. Jumlah penerima pada 2017 di Lobar berkurang menjadi 66.996 KK dari yang tadinya sebanyak 70.843 KK pada 2016. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid