KSB Satu-satunya Kabupaten Berstatus ODF di NTB

Sembilan Daerah Lain Masih Menuju ODF di NTB

AHL 2020: Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri acara Advocacy Horizontal Learning (AHL) tahun 2020, yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) di Taliwang, KSB, Rabu (4/3/2020). (Hms for radarlombok.co.id)
Advertisement

TALIWANG—Acara Advocacy Horizontal Learning (AHL) tahun 2020, dengan mengusung tema “Tuntaskan BASNO Provinsi NTB, hentikan buang air sembarangan menuju pengelolaan sanitasi aman”, dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (4/3/2020).

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan satu-satunya kabupaten di NTB yang telah 100 persen berstatus ODF (Open Defecation Free), atau tidak buang air besar sembarangan di NTB. Status
ODF diraih Pemerintah KSB, karena telah memiliki infrastruktur pengolahan sanitasi aman, berupa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Sedangkan sembilan Kabupaten/kota lainnya di NTB saat ini masih berstatus menuju ODF.

Hal itu diungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, dengan penuh rasa bangga kepada Pemda KSB, dalam sambutannya pada acara Advocacy Horizontal Learning (AHL) tahun 2020, yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI).

Dikatakan Umi Rohmi, saat ini Pemerintah Pusat dan Provinsi terus berkolaborasi dalam mendorong Kabupaten/kota di Indonesia, khususnya di NTB untuk lebih peduli pada persoalan mendasar masyarakat. Yakni persoalan ketersediaan air bersih, sanitasi layak dan pelayanan kesehatan.

Dijelaskan wagub, Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya mewujudkan ODF 100 persen di seluruh kabupaten/kota se-NTB. Akselerasi program unggulan seperti Revitalisasi Posyandu, Zero Waste dan perbaikan kerusakan lingkungan, diyakini sebagai kunci dari suksesnya ODF di NTB.

Wagub menyakini, dengan memulai dari skup terkecil namun memiliki dampak besar, maka banyak persoalan kesehatan dan masalah sosial akan dapat ditangani mulai dari tingkat Dusun. “Termasuk mengedukasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan prilaku tidak buang air sebarangan,” ujarnya.

Dari 7.300 Posyandu yang ada di NTB, saat ini 1.300 telah menjadi Posyandu Keluarga. Ia optimis tahun 2023 semua Posyandu di NTB bisa menjadi posyandu keluarga. “ODF sangat erat hubungannya dengan stunting, oleh karena itu, mari kita dukung dan sama-sama kita perjuangkan ODF 100 persen di kabupaten/kota di NTB,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakil UNICEF, Mr. Robert Gas mengatakan, Unicef berkomitmen akan terus membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam menghapus prilaku buang air sembarang, melalui BASNO (ODF). Ia menargetkan Provinsi NTB bebas buang air besar sembarangan akan tuntas pada tahun 2023.
“Saat ini di Provinsi NTB hanya KSB yang mencapai dan mampu mempertahankan ODF serta mulai menerapkan sanitasi yang dikelola dengan aman,” ungkap Robert.

Kedepan, melalui proses berbagi dan belajar, UNICEF akan terus mendukung pemerintah Indonesia dalam mempercepat dan mendorong kemajuan menuju SDGs. “Proses belajar ini tidak hanya bertujuan berbagi praktik-praktik yang baik untuk layanan sanitasi aman, tapi juga membantu membangun hubungan antar teman dan komitmen bersama terhadap Indonesia yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI, dr. Kirana Pritasari, sangat mengapresiasi KSB sebagai tempat penyelenggaraan AHL 2020. Ia menilai pemilihan tersebut sangat tepat karena Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Pinrang, adalah tiga kabupaten di Indonesia yang telah berstatus ODF.

Ia menilai keberhasilan KSB dalam meraih status ODF, karena komitmen yang luar biasa dari kepala daerah dalam menjaga lingkungan dan perilaku masyarakat untuk tidak buang air sembarangan. Menurutnya komitmen dari kepala daerah, merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan meraih status ODF. Selain itu, saat ini KSB juga telah memiliki infrastruktur penunjang yang sangat baik. Seperti mobil layanan sedot jamban dan sarana Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Ia berharap keberadaan infrastruktur ini terus dijaga dan dirawat baik oleh masyakat. “Mari kita jaga dan rawat infrastruktur yang ada, agar perilaku masyarakat juga terus terjaga, namun jika tidak dijaga dan dirawat baik, dikhawatirkan akan mengembalikan perilaku masyarakat yang kurang baik terhadap lingkungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan peluncuran Aplikasi Go Pinki yang dapat digunakan masyarakat KSB untuk mendapatkan layanan sedot dan angkut Lumpur Tinja, untuk diolah di IPLT.

Selain itu, juga dilakukan Deklarasi Taliwang, yang berisi komitmen untuk memastikan jajaran pemerintahan dapat bersama-sama mencapai BASNO di daerah masing-masing menuju BASNO 2023. Deklarasi ditandatangani oleh 10 Kabupaten/kota se-NTB. (hms/sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid