Kriminalitas Kawasan Wisata Marak, Budpar Salahkan Investor

Kriminalitas Kawasan Wisata Marak, Budpar Salahkan Investor
TERLANTAR: Salah satu kawasan tanah terlantar yang sudah dibeli investor di kawasan Praya Barat. (DHALLA/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Banyaknya aksi kriminalitas di kawasan wisata Lombok Tengah kembali ditanggapi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) HL Muhammad Putria.

Menurutnya, maraknya aksi kriminalitas di kawasan wisata tidak bisa hanya menyalahkan masyarakat.. Akan tetapi, hal itu disebabkan oleh para investor juga yang terkadang hanya memberikan janji palsu dalam melakukan pembangunan. Banyak para investor yang tidak serius dalam membangun wisata di Lombok Tengah. Padahal, pemda sendiri sudah memberikan kemudahan kepada para investor. “Oleh karena itu, silakan kepada para investor dan pemilik lahan yang ada di Loteng untuk segera membangun. Karena kalau sudah dibangun maka lapangan pekerjaan banyak, masyarakat akan sejahtera. Jangan hanya memberikan janji palsu saja,” kata Putria, Senin kemarin (18/8).

Sejauh ini, menurut bangsawan yang bergelar Raja Siledendeng itu, banyak para investor kendati sudah mendapatkan izin namun belum melakukan pembangun. ‘’Banyak investor atau mungkin hanya sekedar broker membeli lahan di Lombok Tengah, ada yang sudah diberikan izin untuk membangun dan ada juga yang belum dan kebanyakan lahan yang dibeli oleh para investor dibiarkan terlantar,” tambahnya.

Putria mempertegas agar para investor yang sudah berkomitmen tersebut agar segera datang. Pemda sendiri akan mempermudah pengurusan izin dengan membuat perizinan terpadu. “Ini malah banyak investor yang sudah diberikan izin malah menghilang sehingga lapangan pekerjaan semakin sempit dan warga terpaksa berbuat kriminalitas,” cetusnya.

Diakuinya, pemkab sudah melakukan upaya maksimal untuk membangun kawasan wisata. Pihaknya sudah memberikan penjagaan super ketat dengan memberdayakan masyarakat setempat dalam menjaga keamanan. ‘’Ada kelompok-kelompok yang sudah siaga seperti kelompok sadar wisata selain petugas kepolisian. Bahkan, kita sudah buat posko bersama, cuma modus para pelaku kriminalitas ini berubah karena mereka cerdik melihat situasi,” katanya.

Putria membeberkan, strategi titik rawan yang dilakukan oleh pihak pemda dan kepolisian sendiri yakni dengan membuat pos bersama. Menurutnya, destinasi wisata di Lombok Tengah sendiri sangat banyak sehingga semua titik perlu pengamanan dengan dukungan dari semua elemen, termasuk para investor. “Ini banyak investor yang membeli tanah dengan dalih memajukan pariwisata, tapi malah sampai sekarang tanah yang dibeli itu terbengkalai,” sesalnya.

Dijelaskan juga, kalau investor tidak serius dalam memajukan pariwisata di Loteng maka lebih baik tidak usah membeli tanah di Loteng. Karena jika itu terus terjadi maka bisa dipastikan kriminalitas yang menimpa para wisatawan juga akan tetap terjadi. “Kalau sudah investor melakukan pembangunan maka sudah pasti perekonomian masyarakat akan meningkat, sehingga angka kriminalitas juga pasti berkurang,” tandasnya. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid