KPU NTB Luncurkan Bale Pemilu

PELUNCURAN: Wakil Gubernur NTB, HM Amin kala memukul Gendang Beleq sebagai tanda peluncuran Bale Pemilu (Yan/ Radar Lombok)

MATARAM—Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari pemilu ke pemilu terus berupaya meningkatkan kualitas demokrasi. Mulai dari partisipasi pemilih dan pendidikan politik bagi masyarakat pemilih.

Untuk meningkatkan kualitas demokrasi, KPU NTB terbaru meluncurkan Bale Pemilu. "Bale Pemilu ini adalah proyek percontohan dari rumah pintar yang diselenggarakan KPU RI," kata Ketua KPU NTB, Lalu Aksor Anshori, kala meluncurkan Bale Pemilu, di Kantor KPU NTB, Jumat kemarin (16/9).

Hadir dalam peluncuran itu, Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari, Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid dan KPU kabupaten kota se-NTB.

Aksar menegaskan, ada tiga hal menjadi tujuan didirikan Bale Pemilu. Yakni, memberikan pendidikan politik dan demokrasi mencerdaskan dan mencerahkan kepada masyarakat pemilih terutama kalangan pemilih pemula. Bale Pemilu juga sebagai sarana terus berupaya meningkatkan kualitas kehidupan berdemokrasi serta menyampaikan informasi secara komprehensif terkait kepemiluan kepada masyarakat.

"NTB menjadi salah satu dari 9 daerah yang dijadikan percontohan bagi rumah pintar tersebut," kata mantan ketua GP Ansor NTB itu.

Melalui Bale Pemilu pihaknya akan memberikan pendidikan, pelatihan maupun kursus terhadap komunitas-komunitas peduli terhadap pemilu di NTB. Dengan keberadaan Bale Pemilu tersebut, masyarakat secara umum, baik parpol, akademisi, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya bisa memperoleh informasi secara memadai dan komprehensif terhadap berbagai aktivitas kepemiluan yang sudah dilangsungkan di NTB.

Misalnya, pelaksanaan pemilu dari tahun 1955 hingga pemilu 2014. Baik data pemilu dalam angka berbasis data, dokumen, data sudah diolah seperti grafik, buku dan restra KPU selama 5 tahun. Baik dengan langsung datang ke kantor KPU, perpustakaan maupun website PPID KPU.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, mengapresiasi diluncurkan Bale Pemilu tersebut. Menurutnya, masyarakat pemilih di NTB sangat membutuhkan dan memerlukan Bale Pemilu sebagai salah satu sarana pendidikan politik dan penyampai informasi secara komprehensif kepada masyarakat terkait kepemiluan.

Dia berpendapat, demokrasi bukan hingar bingar sesaat, tapi demokrasi harus produktif dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Dengan keberadaan dari Bale Pemilu ini, bisa mendorong dan terciptanya pemilih berintegritas.

"Sehingga nilai-nilai keluhuran dari demokrasi terus kita jaga dan tingkatka," terangnya.

Selain itu, Amin mengatakan, sebentar lagi NTB akan menggelar gawe demokrasi di tahun 2018. Dinamika dan intensitas suhu politik pun bakal memanas. KPU diwanti-wanti sebagai penyelenggara harus mempertahankan integritas dan kuat terhadap berbagai tekanan politik yang dihadapinya.

Sementara itu, Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari mengatakan, dua hal yang pasti ada di dalam demokrasi. Yakni, persaingan atau kompetisi dan partisipasi. Karena dalam demokrasi ada persaingan atau kompetisi, maka demokrasi memunculkan konflik atau pertentangan.  KPU, lanjutnya, sejatinya harus menjadi juru damai dari konflik tersebut dan bukan sebaliknya menjadi sumber konflik.

"KPU harus menjadi wasit ada bagi semua peserta pemilu. Baik parpol maupun kandidat," imbuhnya. Seraya menambahkan, bahwa KPU memiliki tanggung jawab moral dalam meningkatkan partisipasi pemilih dan memberikan pendidikan politik mencerahkan dan mencerdaskan kepada masyarakat pemilih. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut