KPU Lobar Sosialisasikan Paslon Melalui “Presean”

Presean
Dua pepadu tengah presean menggunakan ende (tameng) dan sebilah penyalin (rotan).

GIRI MENANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Barat (Lobar) menggelar presean untuk mensosialisasikan tiga Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lobar Pilkada 2018. Gelaran yang berlangsung tiga hari mulai 13-15 April 2018 di Desa Karang Bongkot (Perampuan Timur) Kecamatan Labuapi ini bekerja sama dengan Karang Taruna “Tunas Karya” Desa Karang Bongkot dan Padepokan Siluman Pengsong Perampuan.

Gelaran presean ini begitu semarak, terlebih dengan kehadiran tiga paslon lengkap secara bergantian. Hari pertama hadir Calon Bupati dan Wakil Bupati Lobar Nomor Urut 1, H. M. Izzul Islam, S.Mn dan TGH. Khudori Ibrahim, Lc. MH. Kemudian hari kedua hadir Calon Bupati dan Wakil Bupati Lobar Nomor Urut 2, Nauvar F. Farinduan, SH., MBA dan TGH. Muammar Arafat, SH., MH. Selanjutnya pada hari ketiga hadir Calon Bupati dan Wakil Bupati Lobar Nomor Urut 3, H. Fauzan Khalid, S.Ag,. M.Si dan Hj. Sumiatun. Ketiga paslon inipun diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi-misinya.

Komisioner KPU Lobar, Suhardi, S.Ip., MH mengatakan, tujuan presean ini adalah memperkenalkan ketiga paslon tersebut. Presean dipilih kata dia, karena hakikatnya demokrasi adalah pesta. Jangan sampai pesta itu hanya ucapan. “Kita harus lalui pilkada ini secara damai dan rakyat senang, cara senangnya adalah melalui presean,” terangnya saat membuka presean.

Dikatakan pula oleh Suhardi, gelaran presean ini semata-mata untuk mendekatkan paslon kepada rakyat, supaya mengetahui siapa saja paslonnya dan bisa menilai seperti apa rekam jejaknya. “Jangan kita ibarat beli kucing dalam karung, ndekt taoq ruen. Kita hanya lihat di baliho, tetapi inilah orangnya,” jelasnya.

Suhardi pun mengajak ribuan masyarakat yang hadir untuk datang memilih ke TPS pada 27 Juni 2018, jam 07.00 WITA sampai jam 13.00 WITA untuk memberikan hak pilihnya. Jangan sampai tidak memilih atau golput. Jangan juga memilih karena dibayar. “Memilih lah berdasarkan kehendak rakyat untuk dapat melahirkan pemimpin yang terbaik,” tandasnya.

M. Izzul Islam sendiri dalam penyampaiannya di tengah arena mengatakan, jika Allah nanti mentakdirkan masyarakat percaya dengan dirinya untuk menjadi Bupati, Insha Allah seni budaya di Lobar, bahkan di NTB akan dipromosikan sampai ke tingkat dunia. Karena kebetulan dirinya tengah membangun jaringan televisi bertaraf nasional di Desa Sandik Kecamatan Batu Layar. Seniman dan budayawan dipersilakan berkreasi di televisi itu nantinya. “Insha Allah sebelum puasa sudah mulai tayang, sebagai pembukanya adalah presean,” jelasnya seraya mengajak memilih paslon yang akrab disapa Zul-Khair ini.

Sementara itu TGH. Khudori Ibrahim mengatakan, lokasi gelaran presean yaitu Desa Karang Bongkot yang merupakan pecahan Desa Perampuan, sangat diketahuinya, karena dirinya besar di Perampuan. Kalau ada aspirasi mengembalikan nama Karang Bongkot menjadi Perampan, itu akan diperjuangkannya.

Selanjutnya Nauvar F. Farinduan pada hari kedua mengatakan, presean adalah identitas budaya. Keberagaman di Lobar itu diikat oleh budaya, salah satunya adalah presean. Farin-Muammar kata dia memiliki tiga visi, yakni Lobar Beragama, Lobar Berbudaya dan Lobar Berdaya Saing. Presean ini lanjutnya sudah dimasukkan ke dalam program kegiatan ke depan. Diharapkan presean jangan sampai pudar atau sekadar menjadi seremoni, namun harus layak jual. “Apabila kita terpilih, Karang Bongkot atau Perampuan perlu kita bangunkan sentra pelatihan untuk para pegiat presean. Begitu juga dengan Lingsar Narmada dan lainnya,” terang dia.

Sementara itu, TGH. Muammar Arafat menambahkan, pilkada tidak ubahnya dengan presean. Para pepadu seolah-olah berkelahi, saling pecut, tetapi usai presean tidak ada permusuhan, melainkan saling berpelukan. “Kita boleh bersaing tetapi nanti kita berpelukan,” jelasnya.

Kemudian pada hari ketiga, H. Fauzan Khalid, S.Ag,. M.Si dan Hj. Sumiatun hadir. Dalam kesempatan itu H. Fauzan Khalid mengatakan, gelaran presean itu selain sebagai ajang silaturahmi, juga sebagai ajang melestarikan budaya asli Lombok. Kehadirannya kemarin, adalah ketiga kali pada gelaran presean di Desa Karang Bongkot.

Dikatakan pula, saat ini, Lobar sudah berada pada jalur yang benar. Anggaran pembangunan dari tahun ke tahun terus meningkat. Belanja langsung atau yang bersentuhan dengan masyarakat terus meningkat pula. Pada 2015 itu sebesar 38 persen, 2016 sebesar 44 persen, 2017 sebesar 48 persen dan 2018 sudah mendekati angka 50 persen. “Ini artinya saya selaku Bupati di-backup Hj. Sumiatun sebagai Ketua DPRD sudah betul untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kita. Untuk itu harus kita lanjutkan tidak boleh mandek, pembangunan butuh kontinuitas pembanguan butuh keberlangsungan,” pungkasnya. (*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut