KP3 Perketat Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Husnul Fauzi (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Musim tanam padi di areal persawahan. baik irigasi teknis maupun irigasi non teknis di Provinsi NTB pada bulan Oktober ini sudah mulai berlangsung. Terlebih intensitas hujan juga cukup merata, sangat mendukung penanaman padi di daerah sawah irigasi non teknis.

Hanya saja, disaat musim tanam merata di seluruh wilayah Provinsi NTB pada bulan Oktober ini rentan mengalami kekurangan suplai pupuk. Itu karena adanya pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani yang tidak masuk dalam RDKK di kelompok tani.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Provinsi NTB, Husnul Fauzi mengatakan pihaknya bersama jajarann terkait lainnya mulai memperketat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani.

“Untuk mengantisipasi penyelewengan pupuk bersubsidi, KP3 provinsi dan kabupaten/kota mulai memperketat pengawasan,” kata Husnul Fauzi yang juga Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura (TPH) Provinsi NTB, Kamis kemarin (28/10).

Menurut Husnul, pengetatan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi dan antisipasi penimbunan pupuk oleh pengecer nakal, sebagai salah satu upaya menjamin penyaluran pupuk tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan disaat musim tanam padi petani.

Sebelumnya, Kepala Cabang Pemasaran PT Pupuk Kaltim Provinsi NTB, Rochmansyah memastikan stok kebutuhan pupuk bersubsidi jenis urea untuk wilayah NTB dalam kondisi aman empat bulan kedepan. “Stok pupuk bersubsidi sebanyak 50 ribu ton yang artinya dalam kondisi aman empat bulan kedepan,” kata Rochmansyah. (luk)