Kota Mataram Terancam Krisis Telur

H Mutawali
H Mutawali (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM – Kelangkaan telur dan daging ayam mulai dirasakan warga Kota Mataram. Stok telur ayam mulai menipis dan susah ditemukan di pasaran.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H Mutawali mengatakan, stok semakin menipis dan tidak sebanding dengan jumlah penduduk di Kota Mataram. ‘’Stok telur di Kota Mataram sendiri hanya bisa memenuhi 50 persen kebutuhan konsumsi telur masyarakat. Sehingga menyebabkan banyak telur yang dikirim dari luar daerah seperti Surabaya, Jakarta dan juga daera lainnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi telur masyarakat,’’ katanya, Selasa kemarin, (17/7).

Harga semakin meroket tajam, telur sudah mencapai Rp 40 ribu dari harga  normal Rp 27 ribu. Sementara daging ayam Rp 27 ribu naik menjadi Rp 35 ribu rupiah.

Dikatakan Mutawali, kenaikan harga telur dan daging ayam terjadi tidak hanya di Kota Mataram, namun juga terjadi secara nasional. Ini disebabkan oleh adanya kenaikan harga pakan.

Hal ini dikarenakan adanya pengaruh dari kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Praktis, menyebabkan kenaikan harga pada antibiotik yang diimpor oleh Indonesia sebagai salah satu komponen yang digunakan dalam pembuatan pakan. Sehingga saat ini pemerintah berupaya untuk mengurangi penggunaan antibiotik tersebut.