Kota Mataram PPKM Level 1

TURUN STATUS : Kota Mataram resmi turun status dan termasuk daerah yang memberlakukan PPKM level 1.  (Ali/Radar Lombok)

MATARAM – Kota Mataram bersama empat daerah lainnya di NTB masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1.

Turunnya status Kota Mataram ini berdasarkan data atau kajian dari Kementerian Kesehatan. Seperti tingkat kasus konfirmasi, tingkat pasien yang dirawat di rumah sakit, tingkat kematian, transmisi komunitas seluruhnya berada di level 1. Karena itu, Kota Mataram termasuk daerah yang memberlakukan PPKM level 1. ‘’Alhamdulillah, kita bersyukur di Kota Mataram sudah hijrah ke PPKM level 1,’’ ujar Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana.

Kota Mataram turun status karena kerja keras dan kerjasama banyak pihak. Yakni Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bersama TNI-Polri dan stakeholder terkait lainnya. Tak ketinggalan juga berkat kedisiplinan warga masyarakat. ‘’Daya dukung dari stakeholder kita juga. Terutama Pemerintah Provinsi NTB, Kapolda, Danrem semuanya. Sinergitas kita juga di Kota Mataram dan tenaga medis berjalan baik. Desain dan rencana yang kita lakukan di Mataram juga berjalan dengan baik,’’ katanya.

Pergeseran level juga tentunya ada konsekuensi yang mengiringi. Seperti kelonggaran-kelonggaran yang tidak boleh dilaksanakan saat PPKM level 4 hingga level 2. Kini dengan PPKM level 1, sejumlah kegiatan tersebut tengah disiapkan untuk dibuka kembali. Misalnya kegiatan Carr Free Day (CFD) setiap Minggu  pagi di Jalan Udayana yang coba dilaksanakan lagi.

BACA JUGA :  Kantor Baru Wali Kota Mataram Butuh Rp 50 Miliar

Mohan menimang, CFD dibuka lagi karena potensinya bisa mendongkrak prekonomian masyarakat. ‘’Kita akan kaji dulu kegiatan-kegiatan apa yang coba kita buka lagi. Karena semangat kita sekarang bagaimana memulihkan ekonomi. Ketika ada pergeseran level, itu menjadi perhatian kita untuk bisa memiliki daya ungkit meningkatkan perekonomian warga masyarakat. Salah satunya dengan membuka CFD dan ada event-event yang akan diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata,’’ terangnya.

Sementara untuk penambahan peserta Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Di mana saat ini, PTM di Kota Mataram masih memberlakukan protokol PPKM level 3. Karena PPKM level 1 dimungkinkan untuk menambah peserta PTM. Kendati demikian, penambahan peserta PTM perlu dilakukan kajian dan evaluasi. ‘’Saya mau bicara dulu dengan Dinas Pendidikan tentang langkah-langkah apa yang diambil dengan pergeseran level ini. Apa memang perlu kita lakukan sekolah penuh atau hal lain yang kita skenariokan,’’ jelasnya.

BACA JUGA :  Distan Mataram Siapkan Program “Sitalas”

Kendati Kota Mataram sudah turun level, masih ada sejumlah kegiatan atau capaian yang perlu dilakukan dan ditingkatkan. Seperti penelusuran atau tracing kontak erat maupun testing yang masih perlu ditingkatkan. Lalu juga capaian vaksinasi dosis kedua jaraknya masih jauh dengan dosis pertama. Karena itu, kedepannya akan ditingkatkan. ‘’Kita akan dorong paling tidak capaian vaksinasi dosis kedua sama dengan dosis pertama. Itu yang harus kita tingkatkan,’’ pungkasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa mengatakan, data tentang Kota Mataram termasuk daerah yang memberlakukan PPKM level 1 sudah diterima. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat. ‘’Biasanya kan ada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendari).

Nanti itu kita tunggu dulu. Kalau data-data tentang kita termasuk PPKM level 1 itu sudah diterima semua,’’ katanya.
Capaian tersebut kata dia wajib disyukuri. Karena sejak awal, Kota Mataram sangat yakin bisa segera turusn status ke PPKM level 1. ‘’Dengan indikator yang ada. Kita sudah yakin dari sebelumnya sesuai parameter level 1,’’ ungkapnya.