Kota Mataram Mundur Jadi Tuan Rumah LASQI Nasional

KETERANGAN PERS: Ketua DPD Lasqi Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana menjelaskan terkait Kota Mataram yang batal menjadi tuan rumah Lasqi tingkat nasional. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM— Kota Mataram secara resmi mengumumkan diri untuk mundur sebagai tuan rumah tingkat nasional dalam perhelatan Lembaga Qasidah Indonesia (LASQI), yang rencananya akan dilakukan pada November ini. Hal itu dilakukan, karena sekarang di pusat terjadi dualisme kepengurusan LASQI.

Ketua DPD LASQI Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana menyatakan bahwa pernyataan sikap Kota Mataram untuk mengundurkan diri itu sesuai dengan hasil pembahasan selama ini. Dimana kondisi di tubuh DPP LASQI ada dualisme kepengurusan, yang baru terkuak ketika Kota Mataram sudah siap 75 persen gelar LASQI Nasional.

“Kita sudah siap. Tapi seiring waktu ada persoalan dualisme kepengurusan LASQI di pusat. Jadi kita tidak ingin terlibat didalamnya,” katanya Senin kemarin (29/11).

Diceritakan, sebelumnya untuk seleksi LASQI  tingkat kota sudah dilakukan, yang selanjutnya pihaknya mengirim ke tingkat provinsi dari tanggal 8-10 Oktober. Namun setelah seleksi tingkat provinsi selesai, tanggal 2 November pihaknya dikejutkan dengan adanya dualisme kepemimpinan DPP LASQI , yang selama ini pihaknya tidak pernah mengetahui dari DPW LASQI NTB dibawah kepemimpinan Hj Niken.

BACA JUGA :  Banyak Remaja di Kota Mataram Ajukan Dispensasi Nikah

“Ketika kami siap. Bagaikana disamber petir, ternyata kubu Lisda meminta ditunda, dan menyebutkan kalau saat ini ada kubu bodong, dan sempat mediasi. Selanjutnya kami diberikan waktu tiga hari untuk keputusan selanjutnya, tetapi tidak ada kejelasan juga,” jelasnya.

Dikatakan Hj Kikin, Kota Mataram awalnya sudah persiapan 80 persen, sampai tanggal 17 November. Namun pihaknya tidak mendapat kepastian mengenai kesepakatan yang diambil untuk penyelenggaran festival.

Pemprov NTB juga sudah mengirim kubu mana yang sah dari hukum. Demkkian jaminan keamanan penggunaan anggaran, pihaknya juga disuport oleh APBD Kota Mataram, dan Provinsi disuport APBD Provinsi.

Namun karena persoalan saling klaim kepengurusan ini masih berlanjut, yang berujung saling lapor ke Polda Metro Jaya. Maka pada tanggal 22 November kemarin, dihadiri semua pejabat Pemerintah Provinsi NTB, pihaknya sampai pada satu keputusan, bahwa untuk keamanan dan kemaslahatan, diputuskan lomba LASQI tingkat nasional dengan Kota Mataram sebagai tuan rumah akhirnya dibatalkan.

BACA JUGA :  Genangan di Pasar Kebon Roek Ampenan Kian Parah

“Sudah disepakati hari Senin, 22 November. Pak sekda Provinsi sudah mengambil keputusan untuk menunda. Akan tetapi beberapa hari yang lalu, pihak DPW LASQI NTB tetap melanjutkan tingkat nasional dengan tidak menggunakan APBD Provinsi dan APBD Kota Mataram,” ujarnya.

“Saya DPD LASQI  Kota Mataram, berserta Pemkot Mataram, sudah secara resmi mengundurkan diri sebagai tuan rumah. Segala sesuatu diluar tangung jawab DPD LASQI  Kota Mataram. Kami tidak bertanggung jawab atas pelaksanaan. Untuk kegiatan yang dilaksanakan tanggal 3-5 Desember mendatang, itu bukan gawe dari Kota Mataram, tetapi Pemprov NTB,” pungkasnya. (dir)