Kota Mataram Krisis Kepala Sekolah

Kantor Disdik Kota Mataram. (ADBI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sejumlah sekolah di Kota Mataram untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sedang krisis kepala sekolah. Pasalnya, sejumlah SD dan SMP di Kota Mataram masih lowong kepala sekolah. Akibatnya, sejumlah SD dan SMP tersebut dijabat oleh pelaksana tugas (plt) untuk sementara waktu sampai ada kepala sekolah definitip.

“Kita memang krisis kepala sekolah. Artinya, jumlah Kasek yang pensiun dengan calon kasek tidak sebanding,” kata Kepala Disdik Kota Mataram HL Fatwir Uzali kepada Radar Lombok, Kamis (7/1).

Menurut Lalu Fatwir, masih banyaknya yang lowong jabatan kepala sekolah berdampak terhadap keberlangsungan program di sekolah. Karena terdapat 23 SD dan SMP di Kota Mataram kepala sekolah lowong. Untuk mengisi kekosongan jabatan kasek tersebut, pihak Disdik Mataram akhirnya menunjuk sebagian pengawas pendidikan untuk menjadi Plt kepala sekolah, termasuk Kepala Disdik Mataram juga ikut menjadi Plt.

Fatwir mengaku jika pihaknya sudah membahas persoalan tersebut bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram agar memprioritaskan program pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah. Paling tidak, sebelum Juni 2021 ini, sudah ada penempatan kasek definitif.

“Kita ini sudah kekurangan guru, ditambah lagi kepala sekolah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Fatwir, ia berharap anggaran untuk pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah bisa diketok tahun ini. Sebab anggaran untuk pelatihan ini cukup mahal, karena menyangkut Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Jika SDM sudah mumpuni, tentunya akan berdampak terhadap pengeloaan dunia pendidikan yang lebih baik.

“Bagi guru-guru yang golongannya 3C, 3D dan 4A, agar mendaftarkan diri mengikuti seleksi pendidikan calon kepala sekolah,” ujarnya.

Fatwir meyebut jika untuk jenjang SD dan SMP di Kota membutuhkan sekitar 30 sampai 40 calon kepala sekolah, kemudian ditambah dengan pengawas pendidikan sekitar 22 orang.

Untuk diketahui, semua pengawas pendidikan di Kota Mataram saat ini menjadi Plt kepala sekolah di sejumlah SD dan SMP. Di SMP sendiri ada tiga yang diisi oleh Plt dan untuk SD lebih banyak lagi.

“Saya sendiri juga menjadi Plt kasek di salah satu SD,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Guru dan Ketenagaan (GTKDisdik Kota Mataram M Yasin mengaku jumlah Plt di sejumlah SD dan SMP di Kota Mataram mencapai 23 sekolah, dengan rincian 20 untuk SD dan 3 orang di SMP.

“Kami berharap BKPSDM Kota Mataram merespon kekurangan ini dengan melakukan Diklat. Sebab program Diklat ini ditangani langsung oleh BKPSDM,” katanya. (adi)