Kota Bima Penyumbang Angka Tertinggi Kasus Baru Positif

UPDATE : Data peta perkembangan Covid-19 di NTB tanggal 15 Oktober 2020

MATARAM–Kasus baru positif Covid-19 di NTB kembali melonjak.

Data Gugus Tugas Provinsi NTB terdapat penambahan 33 kasus baru positif pada Rabu (15/10). Hal ini diketahui setelah pemeriksaan 93 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB. Hasilnya 60 sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 33 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dari angka jumlah kasus baru positif tersebut, Kota Bima menjadi daerah penyumbang angka positif tertinggi dengan 17 orang. Sisanya dari Lombok Barat delapan orang, Lombok Timur lima orang, Sumbawa satu orang dan Kabupaten Bima dua orang.

Pada hari yang sama juga tambahan 19 pasien selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19 setelah melalui tahapan uji swab dua kali negatif. Rinciannya, dari Lombok Tengah delapan orang, Lombok Timur dua orang, Sumbawa Barat satu orang dan Kota Bima delapan orang. “Dengan adanya tambahan 33 kasus baru terkonfirmasi positif, 19 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (15/10/2020) sebanyak 3.641 orang, dengan perincian 2.972 orang sudah sembuh, 208 meninggal dunia, serta 461 orang masih positif,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi melalui press release pada Kamis malam.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 12.013 orang dengan perincian 241 orang (2%) masih dalam isolasi, 105 orang (1%) masih berstatus probable, 11.667 orang (97%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 28.486 orang, terdiri dari 2.596 orang (9%) masih dalam karantina dan 25.890 orang (91%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 87.487 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.684 orang (2%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 85.803 orang (98%). “Mari kita jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mampu membiasakan menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru, Insya Allah kita bisa tetap produktif dan aman ditengah pandemi ini,”ucapnya.

Dngan cara sederhana inilah, mata rantai penularan Covid-19 dapat dicegah bersama. Syaratnya adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan kolektif. (sal)